Awal Mula #RakyatBukanCumanElu Jadi Trending Topik saat Kerusuhan Demo UU Cipta Kerja
Di Makassar sendiri, Kapolda Sulsel membeberkan aktor penunggang dibalik kerusuhan kemarin
TRIBUN-TIMUR.COM - Usai tiga hari unjuk rasa demonstran menentang UU Cipta Kerja kini muncul trending #RakyatBukanCumaElu.
Awal mula hastag ini muncul setelah diketahui sejumlah fasilitas umum malah dibakar oleh massa aksi
Tidak diketahui, apakah mereka mahasiswa atau perusuh
Dilaporkan 18 halte Transjakarta dibakar, dirusak dan dijarah pendemo.
• Mau Ajukan Judicial Review UU Cipta Kerja ke MK? Ingat! 6 dari 9 Hakim MK Dipilih Presiden dan DPR
• Kemana 3 Ketua BEM yang Dulu Ikut Demo RKUHP? Kabar Mereka di Tengah Demo Tolak UU Cipta Kerja
Polisi masih menyelidiki pelaku pembakaran fasilitas umum apakah benar-benar mahasiswa atau buruh yang menggelar aksi demo atau ada pihak lain yang sengaja mengambil keuntungan dalam aksi tersebut.
Di Makassar sendiri, Kapolda membeberkan aktor penunggang dibalik kerusuhan kemarin
Hingga #RakyatBukanCumaElu akhirnya Trending topic
@negativisme: Kalo rusuh gini, perusahaan yg ada aja bakalan pergi, terus PHK dan pengangguran makin membludak. Ini udah bukan lagi menyalurkan aspirasi, tapi menciptakan tragedi. #DemonstranAtauPerusuh #RakyatBukanCumaElu
@Azmfz: Kejadian di depan Plaza Indonesia sore td. Saya mulai kehilangan respect thd para demonstran yg anarkis ini. Seperti inikah demo yg dilindungi konstitusi?
@ardy_jojo: Yg diinginkan para pendemo adalah didengarkan aspirasinya+di temui oleh yg bersangkutan pasti aman aman saja,, lah ini malah ditinggal entah kmana. Ya ngamuk para demonstran #RakyatBukanCumaElu #tolakomnisbuslawDPR
@buambgr33: Sebagus apapun keputusan politik, jika rakyat menolak, pasti ada yang salah dengan keputusan politik tersebut. #TolakOmnibuslawDPR #RakyatBukanCumaElu
@Taufik_hdt25: Media isinnya perihal perusakan fasilitas umum dan menjelekan mahasiswa .
Apa kabar dengan polisi yg anarkis dan brutal melempar gas air mata, memukuli buruh dan mahasiswa Hidup mahasiswa !!!! #RakyatBukanCumaElu
@BroPkv: TNI POLRI yang tidak bersalah menjadi korban atas pemutusan UU Ciptaker. Lalu dimana anggota DPR yang mengesahkan? Sehat terus untuk semua anggota TNI POLRI . #MahasiswaAtauPerusuh #RakyatBukanCumaElu
Apa Salah Halte Transjakarta?
Salah satu fasilitas umum yang dirusak demonstran penolak UU Cipta Kerja adalah halte Transjakarta.

Bahkan jumlahnya hingga 18 halte, terdiri dari 8 halte dibakar, 10 halte lainnya dirusak, hingga dijarah fasilitasnya.
Meski demikian, pihak transjakarta hari ini tetap beroperasi seperti biasa mulai pukul 05.00 sampai 19.00 WIB.
Sementara itu terkait halte rusak, pihak Transjakarta menyatakan untuk sementara belum bisa digunakan.
"Layanan Transjakarta esok hari beroperasi normal ;) untuk Halte yang tidak bisa digunakan sementara tidak melayani pelanggan terlebih dahulu. Nantikan informasinya melalui akun social media resmi Transjakarta. Terima kasih"
Netizen pun menyayangkan perusakan halte Transjakarta.
"Keep safe ya TJ dan semuanya. Yang demo ntah kenapa malah bakar halte, padahal fasilitas publik gk salah," tulis @reyreystyle seraya mention akun @PT_Transjakarta
"Apa salah halte transjakarta." tulis akun @GojekOnly
• Foto-foto Mahasiswi Unhas yang Viral saat Orasi Tolak UU Cipta Kerja, Jabatan Menteri BEM, Akun IG
Mengecam Aksi Perusakan
Kepala Divisi Sekretaris Korporasi dan Humas PT Transportasi Jakarta Nadia Diposanjoyo mengatakan setidaknya terdapat 10 halte yang dirusak dan dijarah fasilitasnya.
Sementara 8 halte lainnya hangus dibakar oleh oknum massa aksi dalam demonstrasi menolak UU Cipta Kerja.
"Hingga pukul 20.30 WIB baru diketahui sebanyak 18 halte transjakarta rusak oleh oknum tidak bertanggung jawab," ujar Nadia dalam keterangan tertulis, Kamis (8/10/2020).
Menurut Nadia, pihaknya belum menghitung secara pasti jumlah kerugian imbas penjarahan dan pembakaran halte saat aksi demonstrasi penokak UU Cipta Kerja
Namun, Transjakarta memperkirakan kerugian akibat kejadian tersebut bisa mencapai angka Rp 45 miliar.
"Transjakarta sangat menyayangkan dan mengecam keras aksi perusakan dan pembakaran halte dan fasilitas warga," kata Nadia.
Berikut daftar Halte Transjakarta yang dijarah dan dibakar ketika aksi demonstrasi menolak UU Cipta Kerja.
Halte yang dibakar:
Bundaran HI (Koridor 1)
Sarinah (Kor 1)
Tosari Baru (Kor 1)
Tosari Lama (Kor 1)
Karet Sudirman (Kor 1)
Sentral Senen (Kor 5)
Senen arah P Gadung (Kor 2)
Senen arah HCB (Kor 2)
Halte yang dirusak:
HCB (Kor 1)
BI (Kor 1)
Gambir 1 (Kor 2)
Sumber Waras (Kor 3)
Grogol 1 (Kor 3)
Dukuh Atas 1 (Kor 1)
Petojo (Kor 8)
Benhil (Kor 1)
RS Tarakan (Kor 8)
Kwitang (Kor 2)
Terungkap siapa penunggang demo UU Cipta Kerja Omnibus Law hingga rusuh di Makassar, disampaikan Kapolda Sulsel.
Terbaru, Kapolda Sulsel Irjen Pol Merdisyam menyebut kericuhan yang terjadi saat aksi tolak pengesahan Omnibus Law Undang-undang Cipta Kerja di Kota Makassar karena ditunggangi kelompok-kelompok tertentu.
Merdisyam menyebut kelompok yang menunggangi kericuhan yang terjadi di titik demonstrasi itu ialah kelompok anarko.
"Ini (kericuhan) sebenarnya bukan lagi massa buruh tapi sudah bercampur dengan pihak-pihak yang sengaja menunggangi. Kita bisa katakan ini adalah dari massa anarko," kata Merdisyam saat diwawancara di Jalan Urip Sumoharjo, Makassar, Sulsel, Kamis (8/10/2020) malam.
Merdisyam mengatakan memang ada kelompok-kelompok anarko itu yang memancing kericuhan terjadi saat unjuk rasa menolak Omnibus Law yang digelar di beberapa titik di Kota Makassar.
Namun, dia mengungkapkan, pihaknya kini sudah berhasil mendorong para pengunjuk rasa yang melakukan tindakan anarkis dan terlibat bentrok dengan polisi di Jalan sekitar kantor DPRD Sulsel dan flyover di Jalan Urip Sumoharjo, Makassar.
"Ada yang menumpang oleh kelompok-kelompok tertentu salah satunya yang kita deteksi yang membuat onar. Yang memancing kerusuhan. Makanya kami berpesan jangan terpancing, terprovokasi kepada pihak-pihak yang ingin melakukan provokasi," ujar Merdisyam.
Sebelumnya diberitakan, bentrokan kembali terjadi di hari ketiga aksi demo tolak pengesahan Omnibus Law Undang-undang Cipta Kerja di sekitar kantor DPR Sulsel di Jalan Urip Sumoharjo, Kecamatan Panakkukang, Makassar, Kamis (8/10/2020) sore.
Bentrok antarpolisi dan pengunjuk rasa tersebut terjadi tidak lama setelah kericuhan pertama yang membuat polisi menembakkan gas air mata setelah dilempar batu oleh massa aksi.
Dalam bentrokan kedua ini, sebuah pos polisi lalu lintas yang berada di sekitar flyover Makassar dilempari bom molotov oleh seseorang dengan menggunakan masker yang diduga massa aksi.
Artikel ini telah tayang di Wartakotalive dengan judul Trending Topic "Rakyat Bukan Cuma Elu" Terkait Demo Anarkis, Netizen:Saya Mulai Kehilangan Respect