Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

OPINI

Pesan Utama dan Bekal Terbaik

Ditulis Rahim Mayau, SDM Yayasan Pendidikan Al Insyirah Makassar dan Pimpinan Pesantren Lorong Raudhah Indonesia.

Editor: Jumadi Mappanganro
Dokumen Rahim Mayau
Rahim Mayau, Pimpinan Pesantren Lorong Raudhah Indonesia 

Oleh: Rahim Mayau
SDM Yayasan Pendidikan Al Insyirah Makassar dan Pimpinan Pesantren Lorong Raudhah Indonesia

“Hai orang-orang yang beriman bertaqwalah kepada Allah, dengan sebenar-benarnya taqwa dan janganlah kamu mati kecuali sebagai seorang muslim.” (Q.S. Ali Imran 102).

Di belahan dunia mana pun kita shalat ‘Id, maka pesan khas dari khotbah adalah bertaqwalah kepada Allah.

Presiden, wakil presiden, dan pejabat negara lainnya, saat menghadiri shalat ‘Id juga mendapat nasihat untuk bertaqwa kepada Allah.

Mereka tentu menyikapinya lebih kepada amanah besar yang diembannya sebagai pemimpin.

Kebiasaan Rasulullah Sepuluh Malam Terakhir

Menghindari Perceraian

“Setiap kalian adalah pemimpin, dan setiap pemimpin akan dimintai pertanggungjawaban atas yang dipimpinnya…”(H.R. Imam Bukhari).

Cara menyikapi nasihat taqwa masing-masing orang berbeda, ada yang menerima dengan tulus, ada yang enggan, dan mungkin ada yang menolak karena congkak dan sombong sebagai tanda kefasikannya.

Semua tergantung iman, ilmu dan kekuatan ruhiah yang bersangkutan.

Jika baik maka mulia sambutannya.

Sebagai contoh, Khalifah Harun al Rasyid menyikapi nasihat taqwa yang datang dari seseorang.

”Wahai…Amirul Mukminin bertaqwalah kepada Allah.”

Mendengar nasihat itu, khalifah turun dari kendaraannya, menangis dan sujud kepada Allah dengan tawadhu’ dan khusyu.

Kemudian ia memerintahkan agar kebutuhan orang tersebut dipenuhi.

Khalifah melakukannya karena teringat firman Allah dan tidak ingin seperti penyebutan yang ada di dalam Kalamullah.

“Dan apabila dikatakan kepadanya’ bertaqwalah kepada Allah,’ bangkitlah kesombongannya untuk berbuat dosa. Maka pantaslah baginya neraka jahannam, dan sesungguhnya neraka (jahannam itu) tempat tinggal yang buruk. (Q.S.Al Baqarah 206).

Shalat ‘Id adalah nikmat yang mengonsolidasikan ukhuwah islamiyah yang melibatkan kolaborasi ulama, umara, dan ummat.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved