Opini Prof Aminuddin Ilmar
Kepatuhan Sosial dalam PSBB
Dengan demikian, Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) adalah kaidah, aturan pokok, ukuran, atau patokan yang harus diterima
Faktor ini akan berperan kuat dalam mempengaruhi intensitas kepatuhan seseorang ketika berada pada suatu situasi yang lemah dan ditopang dengan pilihan yang bersifat ambigu serta mengandung banyak hal.
Selain itu, sangat bergantung pada lingkungan individu itu tumbuh dan berkembang serta seperti apa peran pendidikan yang telah diterimanya. Kedua, berkenaan dengan soal kepercayaan dimana perilaku dan tindakan yang ditampilkan oleh individu kebanyakan berdasarkan pada keyakinan yang dianut.
Dengan sikap loyalitas yang ada pada dirinya akan dapat mempengaruhi tindakan atau perbuatannya.
Dalam arti, individu akan lebih mudah mematuhi norma hukum yang ada berdasar pada keyakinan bahwa hukum itu diadakan untuk mengatur kehidupan sehingga perlu ditaati dan dipatuhi.
Perilaku patuh didasarkan pada kepercayaan dan adanya penghargaan kepada hukum. Ketiga, berkenaan dengan soal lingkungan yang mendukung.
Dengan adanya nilai-nilai yang tumbuh dan berkembang dalam suatu lingkungan masyarakat tentunya akan sangat mempengaruhi proses internalisasi yang dilakukan oleh setiap individu dalam lingkungannya, apakah itu dalam suatu lingkungan keluarga, pekerjaan, dan masyarakat yang secara kondusif dan komunikatif memungkinkan setiap individu melakukan aktivitas kegiatannya dengan baik.
Dengan lingkungan yang baik tentu akan membuat individu bisa belajar tentang seperti apa arti suatu norma hukum itu dan kemudian bisa menginternalisasikan dalam dirinya dan ditampilkan melalui perilaku dalam lingkungannya.
Menurut Taylor (2018) bahwa kepatuhan atau ketaatan seseorang terhadap otoritas hukum atau norma sosial yang ada bisa juga didasarkan pada adanya informasi yang cukup memadai dan tersedia, dalam arti bahwa seseorang kadang-kadang mau melakukan sesuatu yang tidak ingin mereka lakukan hanya setelah kepada mereka diberikan sejumlah informasi yang cukup dan tersedia, sehingga menimbulkan adanya pemahaman yang baik.
Selanjutnya, berkenaan pula dengan hal imbalan apa yang dapat diperoleh oleh seseorang berkenaan dengan pemberlakuan atau penerapan sebuah aturan hukum.
Selain itu, berkenaan dengan soal keahlian atau kecakapan yang dapat memberikan dorongan pemahaman dengan baik seperti apa norma hukum telah ditetapkan dan diberlakukan oleh pemerintah.
Terakhir, berkenaan dengan soal paksaan yang dapat diberikan kepada yang tidak patuh bisa berupa paksaan secara fisik dan sampai kepada ancaman hukuman bagi yang melanggar.
Pendapat dari Milgram (2010) sedikit berbeda bahwasannya faktor yang mempengaruhi kepatuhan menurutnya ada tiga hal yakni; berkenaan dengan soal pengawasan yang dilakukan oleh suatu otoritas hukum.
Dengan melalui sebuah pengawasan yang ketat maka akan dihasilkan tingkat kepatuhan yang tinggi, dan bilamana tidak tentu saja kepatuhan akan menurun.
Selain itu, daya pengaruh situasi atau kondisi yang ada di sekitar seseorang juga akan dapat memberi pengaruh pada kepatuhan.
Tentu saja setiap orang akan melihat seperti apa kepatuhan orang lain dalam menerima dan menaati sebuah aturan hukum yang telah ditetapkan dan diberlakukan.