Tuntutan BEM Unhas

Kebijakan Rektor Unhas Terkait Kuliah Online Dinilai Belum Maksimal, BEM Buat 6 Tuntutan

Bahkan kebijakan yang memberi subsidi pulsa belajar secara gratis untuk mahasiswa Unhas dinilai diskriminasi.

alfian/tribuntimur.com
Presiden BEM Universitas Hasanuddin, Fatir Kasim, saat memperkenalkan diri pada acara Penyambutan Mahasiswa Baru Unhas, Kamis (8/8/2019). 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Kebijakan Rektor Universitas Hasanuddin Prof Dr Dwia Ariestina P terkait pelaksanaan kuliah online selama masa pandemik covid-19 dinilai belum maksimal.

Bahkan kebijakan yang memberi subsidi pulsa belajar secara gratis untuk mahasiswa Unhas dinilai diskriminasi.

Alasannya kebijakan itu hanya diperuntukkan bagi mahasiswa berstatus penerima beasiswa Bidikmisi saja.

“Tidak berlaku untuk semua golongan mahasiswa di Unhas,” tulis Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Unhas Abd Fatir Kasim kepada tribun-timur.com, Jumat (3/4/2020).

Terkait hal itu, kata Fatir, BEM Unhas telah membuat surat pernyataan yang ditujukan ke Rektor Unhas.

Berisi enam tuntutan dan analisa kajian yang dilakukan pengurus BEM Unhas.

Surat pernyataan tersebut ditandatangani Ketua BEM Unhas bertanggal 2 April 2020.

Berikut ini sebagian pernyataan sikap BEM Unhas yang kata Fatir diawali dengan hasil kajian bersama:

Kuliah online yang diterapkan Unhas belum semuanya dapat diterima oleh berbagai pihak, khususnya mahasiswa sebagai bagian pengguna.

Mengingat nominal biaya yang dikeluarkan mahasiswa selama masa kuliah online untuk pembelian paket kuota tidaklah sedikit.

Halaman
1234
Penulis: Jumadi Mappanganro
Editor: Jumadi Mappanganro
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved