Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Virus Corona, Kenali dan Antisipasi

Yang jelas sifat virus pada umumnya itu self limited diseases atau sembuh sendiri dengan daya tahan tubuh yang baik

Tayang:
Editor: syakin
DOK
dr. Hasta Handayani Idrus MKes, Dosen Fakultas Kedokteran UMI Departemen Mikrobiologi 

Oleh: dr. Hasta Handayani Idrus MKes
Dosen Fakultas Kedokteran UMI Departemen Mikrobiologi

Tahun 2020, dunia dihebohkan dengan penemuan virus baru yang berasal dari Wuhan, Tiongkok. Virus ini pertama kali muncul pada akhir 2019. Wuhan, China, merupakan daerah pertama ditemukannya virus tersebut. Sebenarnya Human Coronavirus (Virus Cov) atau dikenal dengan Virus Corona pertama kali diidentifikasi pada 1960-an dalam hidung pasien dengan flu biasa.

Virus Corona diberikan nama berdasarkan bentuknya yaitu permukaan virusnya yakni corona. Dalam bahasa Latin disebut Halo atau mahkota. Infeksi virus ini paling sering terjadi selama musim musim dingin akhir atau awal dari musim semi.

Banyak spekulasi yang menyebutkan bahwa virus ini berasal dari orang-orang yang senang mengonsumsi hewan-hewan liar yang berasal dari pasar hewan liar di Wuhan seperti anak serigala, rubah hidup, buaya, salamander, ular, tikus, burung merak, landak, hingga daging unta dan musang.

Kedengarannya hewan-hewan ini adalah hewan-hewan yang sering kita temukan di kebun binatang. Virus ini awalnya menyebar hanya antar hewan ke hewan. Namun saat ini virus ini juga sudah menyebar ke manusia. Kok bisa virus yang awalnya menyebar dari hewan ke hewan bisa menyebar ke manusia?

Kita harus tahu bahwa sifat virus itu senang bermutasi. Setelah bermutasi dia akan berubah sifat. Jadi yang tadinya sifat virus yang cuman bisa menyebar dari hewan ke hewan apabila dia bermutasi tidak menutup kemungkinan sifatnya berubah hingga bisa menginfeksi ke manusia. Jelas dengan berubahnya sifat virus berubah pula virulensinya.

Masih ingat dengan virus SARS yang pertama kali muncul di China pada November 2002? Virus ini ditemukan 8.000 kasus hingga Juli 2003 di mana dilaporkan 774 orang meninggal dan virus ini telah menyebar ke Amerika utara, Amerika Selatan, Eropa dan Asia.

Untuk virus Corona yang lagi populer saat ini telah memakan korban jiwa sebanyak 25 orang dan menjangkiti 830 orang sejak pertama kali muncul Desember 2019.

Untuk saat ini belum ada vaksin khusus untuk jenis virus Corona. Jadi yang dapat kita lakukan hanya menghindari atau mencegah flu tersebut dengan rutin cuci tangan pakai sabun. Kalau tidak sempat cuci tangan pakai sabun, bisa pakai antiseptik yang berbahan dasar alkohol. Kemudian jauhkan tangan dari menyentuh hidung, mata, dan mulut juga hindari kontak langsung dengan orang yang terinfeksi atau punya gejala flu.

Untuk mengobati virus Corona sendiri yaitu dengan cara seperti memperlakukan kalau kita sakit flu biasa yaitu banyak minum air putih. Istirahat yang cukup. Kemudian kalau memang ada infeksi sekunder kayak batuk flu yang lendirnya sudah berwarna kuning, ya baru deh kita konsumsi antibiotik.

Bagaimana sih cara menyembuhkan virus Corona kala kita sudah terjangkit virus tersebut? Jawabannya adalah sampai saat ini belum ditemukan obat khusus untuk mematikan virus Corona. Yang jelas sifat virus pada umumnya itu self limited diseases atau sembuh sendiri dengan daya tahan tubuh yang baik. Paling lama 14 hari, kalau daya tahan tubuh kita kurang baik, wah ini yang menyebabkan virus menang dan bisa merusak paruparu seseorang hingga bisa menyebabkan kematian.

Karena itu selalu menjaga daya tahan tubuh dengan menjaga pola makan gizi seimbang dan pola hidup yang sehat. Saran saya saat ini hindari dari dulu bepergian ke wilayah China, Hongkong Macau. Apalagi ke daerah yang merupakan daerah penyebaran virus Corona tersebut. Untuk para medis atau petugas kesehatan kalau bisa lebih aktif menggunakan alat pelindung diri (APD) dalam menangani pasien-pasien flu meskipun itu bukan kecurigaan ke virus Corona.

Di China, sudah ada 14 petugas medis yang merawat pasien pun itu tertular virus korona. Saran saya untuk mereka yang benar-benar sangat ingin travelling saat-saat sekarang, sebaiknya tingkatkan daya tahan tubuh dulu dengan menjaga pola makan menjaga pola hidup, olahraga yang teratur kalau bisa prepare untuk travelnya termasuk obat-obatan. Baca dahulu travel warning dan selalu makanan makanan yang halal lagi sehat.

Dalam Alquran sendiri Allah Subhanahu Wa Ta'ala telah memberikan kita peringatan mengenai sebuah virus termasuk virus Corona tersirat dalam Al Quran surat Al Maidah ayat 88 yang artinya "Dan makanlah makanan makanan yang halal lagi baik dari apa yang Allah telah rezekikan kepada kalian dan bertakwalah kepada Allah jika kalian beriman".

Juga dijelaskan pada Al Quran surat Al-Baqarah ayat 17 " Sesungguhnya Dia hanya mengharamkan atasmu bangkai, darah, daging babi, dan daging hewan yang disembelih dengan menyebut nama selain nama Allah, tetapi barangsiapa terpaksa memakannya bukan karena menginginkannya, dan tidak pula melampaui batas, maka tidak ada dosa baginya, sungguh Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang".

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved