Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Banjir Jabodetabek

Pesan WhatsApp (WA) Pemilik Mobil BMW Putih yang Hanyut Diterjang Banjir dan Diposting Hotman Paris

Pesan WhatsApp (WA) Pemilik Mobil BMW Putih yang Hanyut Diterjang Banjir dan Diposting Hotman Paris

Editor: Ilham Arsyam

Anies Baswedan juga mengatakan sudah menyampaikan kepada seluruh jajaran di Pemprov DKI Jakarta untuk tidak saling menyalahkan.

"Tidak usah menyalahkan hujan, tidak usah menyalahkan orang. Pada fase ini pastikan seluruh Jakarta, warganya terselamatkan," jelas Anies Baswedan.

Saat ini, kata Anies Baswedan, pihaknya fokus evakuasi penyelamatan warga terdampak banjir.

"Begini, pada fase ini semuanya fokus pada evakuasi penyelamatan warga. Curah hujan tidak dalam kendali kita. Tapi penanggulangan atas curah hujan ada dalam kendali kita.

Sekarang kita fokus di situ. Karena banyak tempat-tempat yang tidak pernah mengalami banjir, juga sekarang mengalami," ujarnya.

"Nanti kita lihat. Kita akan duduk sesudah selesai. Tapi pada fase ini pastikan semua warga selamat," imbuhnya.

Setelah evakuasi selesai, kata Anies Baswedan, barulah pihaknya mencari tahu penyebabnya.

"Jadi kita sekarang fokus pada situ (evakuasi). Sesudah itu kemudian, kita tengok apa yang menjadi sumber masalah," tambahnya.

Anies Baswedan mengatakan banjir kali ini bukan masalah drainase.

"Begini. Ini bukan masalah drainase. Soal drainase dibersihkan, semua dilakukan. Semuanya dikerjakan. Bahkan dikerjakan sepanjang tahun. Jadi kalau itu, sudah lewatlah soal pembersihan itu," kata Anies Baswedan.

Anies Baswedan juga sempat menyinggung kejadian jebolnya tanggul Latuharhary pada 2013 lalu.

"Ini yang terjadi adalah, ini adalah, di bawah Jalan Kuningan, Jalan Latuharhary. Ini kemudian Jalan Kuningan ini ada jembatannya.

Nah, di bawah sini (bawah Jembatan) ini pernah jebol, tanggul ini. Dan kemudian merendam kawasan bundaran HI. Kejadiannya ini kalau tidak salah Tahun 2013," ujarnya.

"Pagi tadi, mulai ada tanda-tanda bahwa air ke luar dari bawah.

Jadi ini ada aliran Sungai Ciliwung, kemudian dari situ, dari bawahnya air rupanya volumenya banyak. Lalu mereka (air) meresap dari bawah.

Jadi tidak meluber dari atas, tapi dalam tanah dia muncul.

Nah sekarang disiapkan saluran untuk air itu bisa tidak menggenang di jalan, tapi tersalurkan di kanal yang ada di sini.

Jadi mereka (petugas) memastikan bahwa air dialirkan ke jalur-jalur yang tidak mengganggu lalu lintas," jelas Anies Baswedan.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved