Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Banjir Jabodetabek

Pesan WhatsApp (WA) Pemilik Mobil BMW Putih yang Hanyut Diterjang Banjir dan Diposting Hotman Paris

Pesan WhatsApp (WA) Pemilik Mobil BMW Putih yang Hanyut Diterjang Banjir dan Diposting Hotman Paris

Editor: Ilham Arsyam

Pesan WhatsApp (WA) Pemilik Mobil BMW Putih yang Hanyut Diterjang banjir dan Diposting Hotman Paris

TRIBUN-TIMUR.COM - Banjir yang terjadi di sebuah komplek perumahan elit di kawasan Gading Serpong, Tangerang Selatan, diketahui telah menghanyutkan sejumlah barang berharga.

Salah satunya seperti yang dilansir dari sebuah video viral yang ditemukan dari berbagai media sosial ini.

Dalam video tersebut memperlihatkan sebuah mobil sedan BMW berwarna putih hanyut terbawa arus banjir.

Kabar Buruk bagi Warga Jakarta, PLN Padamkan 1.130 Gardu Gegara Banjir, Cek Wilayah Terdampak!

Ditanya Soal Penyebab dan Solusi Banjir Jakarta, Ini Jawaban Anies Baswedan, Bukan Masalah Drainase?

Hujan deras yang mengguyur Ibu Kota sejak Selasa (31/12/2019) malam hingga Rabu (1/1/2010) pagi telah merendam sejumlah wilayah di Jakarta.

Sementara itu, di Twitter pun dihebohkan dengan unggahan seseorang yang menyatakan telah menemukan mobil BMW itu.

Namun sebelumnya, pemilik mobil telah mengunggah sebuah pesan berantai di media sosial yang menyatakan bahwa mobilnya hanyut.

"Pak, bu, kalau depan rmh nya ada yg lihat mobil BMW nyasar. Mobil sy hanyut. Mohon info nya," tulis seseorang pemilik mobil dikutip dari Tribunnews.

mobil BMW hanyut
mobil BMW hanyut (Tribun news via Twitter @anima dan @ardiwithardi)

Saat dikonfirmasi dari Tribunnews, pemilik akun Twitter tersebut membenarkan adanya mobil nyasar dan berjajar di lokasi tempat tinggalnya di daerah Jalupang, Tangerang Selatan.

Menurutnya ada lebih dari tiga mobil yang ditemukan terseret arus banjir.

Pengunggah Twitter mengajkui bahwa dirinya merupakan tetangga pemilik mobil BMW tersebut.

Percakapan yang ia bagikan itu pun berasal dari grup Whatsapp RW tempat tinggalnya.

"Betul, itu dari grup (Whatsapp) RW," kata pengunggah.

Menurut pengunggah foto, mobil BMW tersebut tidak terseret begitu jauh dari rumah pemiliknya.

Namun, ia tidak dapat memastikan berapa meter mobil BMW putih itu terseret banjir.

Sebelum mobil BMW ini ditemukan siapa pemiliknya ternyata mobil yang terseret arus itu sempat mencuri perhatian pengacara kondang.

Ya, pengacara kondang Hotman Paris juga membagikan postingan mobil hanyut tersebut.

"Titip mobil super car hotman! Masih di bali," tulisnya dalam caption.

Anies Baswedan: Tidak Usah Menyalahkan Hujan, Tidak Usah Menyalahkan orang

 Sejumlah wilayah di lima wilayah kota Jakarta terendam banjir sejak Rabu (1/1/2020).

Dikutip dari Kompas.com, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan, banjir Jakarta dan sekitarnya disebabkan curah hujan ekstrem.

Sementara Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengaku masih akan menganalisa penyebab hujan.

Hal tersebut seperti dilansir TRIBUN-TIMUR.COM dari channel YouTube Kompas TV, Rabu (1/1/2020).

Saat ini, pihaknya fokus pada evakuasi penyelamatan warga yang terdampak banjir.

Anies Baswedan mengatakan bertanggung jawab atas musibah banjir di Jakarta.

"Intinya Kami bertanggung jawab. Pemprov DKI Jakarta mengambil sikap bertanggung jawab. Atas masalah yang sekarang muncul, Kami respon cepat, Kami bantu tangani," kata Anies Baswedan.

Anies Baswedan mengatakan tidak mau menyalahkan siapapun dan apapun.

"Dan pada saat ini, Kami tidak mau menyalahkan siapapun dan apapun. Sekarang adalah saatnya untuk memastikan warga selamat, warga terlindungi, semua kebutuhan dasarnya tercukupi," imbuhnya.

Anies Baswedan kembali menegaskan bertanggung jawab atas musibah banjir tersebut.

"Pada fase itu, di sini. Dan Kami ambil sikap untuk bertanggung jawab atas apa yang sekarang terjadi di Jakarta. Jadi dengan cara seperti itu kita fokus membereskan," tambah Anies Baswedan.

10 Link CCTV Online Pantau Ketinggian Air di Jakarta, Termasuk Pintu Air Manggarai & Kampung Melayu
10 Link CCTV Online Pantau Ketinggian Air di Jakarta, Termasuk Pintu Air Manggarai & Kampung Melayu (CCTV bit.ly/pintuairmanggarai)

Anies Baswedan juga mengatakan sudah menyampaikan kepada seluruh jajaran di Pemprov DKI Jakarta untuk tidak saling menyalahkan.

"Tidak usah menyalahkan hujan, tidak usah menyalahkan orang. Pada fase ini pastikan seluruh Jakarta, warganya terselamatkan," jelas Anies Baswedan.

Saat ini, kata Anies Baswedan, pihaknya fokus evakuasi penyelamatan warga terdampak banjir.

"Begini, pada fase ini semuanya fokus pada evakuasi penyelamatan warga. Curah hujan tidak dalam kendali kita. Tapi penanggulangan atas curah hujan ada dalam kendali kita.

Sekarang kita fokus di situ. Karena banyak tempat-tempat yang tidak pernah mengalami banjir, juga sekarang mengalami," ujarnya.

"Nanti kita lihat. Kita akan duduk sesudah selesai. Tapi pada fase ini pastikan semua warga selamat," imbuhnya.

Setelah evakuasi selesai, kata Anies Baswedan, barulah pihaknya mencari tahu penyebabnya.

"Jadi kita sekarang fokus pada situ (evakuasi). Sesudah itu kemudian, kita tengok apa yang menjadi sumber masalah," tambahnya.

Anies Baswedan mengatakan banjir kali ini bukan masalah drainase.

"Begini. Ini bukan masalah drainase. Soal drainase dibersihkan, semua dilakukan. Semuanya dikerjakan. Bahkan dikerjakan sepanjang tahun. Jadi kalau itu, sudah lewatlah soal pembersihan itu," kata Anies Baswedan.

Anies Baswedan juga sempat menyinggung kejadian jebolnya tanggul Latuharhary pada 2013 lalu.

"Ini yang terjadi adalah, ini adalah, di bawah Jalan Kuningan, Jalan Latuharhary. Ini kemudian Jalan Kuningan ini ada jembatannya.

Nah, di bawah sini (bawah Jembatan) ini pernah jebol, tanggul ini. Dan kemudian merendam kawasan bundaran HI. Kejadiannya ini kalau tidak salah Tahun 2013," ujarnya.

"Pagi tadi, mulai ada tanda-tanda bahwa air ke luar dari bawah.

Jadi ini ada aliran Sungai Ciliwung, kemudian dari situ, dari bawahnya air rupanya volumenya banyak. Lalu mereka (air) meresap dari bawah.

Jadi tidak meluber dari atas, tapi dalam tanah dia muncul.

Nah sekarang disiapkan saluran untuk air itu bisa tidak menggenang di jalan, tapi tersalurkan di kanal yang ada di sini.

Jadi mereka (petugas) memastikan bahwa air dialirkan ke jalur-jalur yang tidak mengganggu lalu lintas," jelas Anies Baswedan.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved