DPRD Luwu Tmur Gagas Aturan Penggunaan Randis Kades

Badawi juga menerima laporan warga perihal penggunaan kendaraan operasional desa yang dipakai tidak sesuai peruntukannya.

DPRD Luwu Tmur Gagas Aturan Penggunaan Randis Kades
ivan/tribunlutim.com
DPRD Luwu Timur 

TRIBUNLUTIM.COM - Anggota Dewan Pimpinan Rakyat Daerah (DPRD) Luwu Timur, Badawi Alwi, menyoroti atribut bakal calon bupati yang ditempel di mobil operasional atau kendaraan dinas ( Randis ) kepala desa.

Hal itu diutarakannya menanggapi cuitan warganet atas gambar kendaraan operasional desa di Kabupaten Luwu Timur yang ditempeli stiker bergambar wajah bakal calon bupati.

Gambar itu diposting akun Facebook Yokusa Gerung.

Stiker itu terpasang di kaca mobil bagian samping Toyota Avanza Velos.

Unggahan tersebut mendapat 38 respon, 39 komentar dan satu kali dibagikan.

"Itu tentu pelanggaran. Termasuk juga dipakai mengantar atribut pilkada," kata Anggota Fraksi Golkar itu kepada Tribun, Kamis (26/12/2019).

Jelang Pilkada, Kendaraan Operasional Desa Luwu Timur Dipasangi Gambar Bakal Calon Bupati

Akhirnya, Warga Seberang Danau Towuti Luwu Timur Nikmati Listrik 24 Jam

Petani di Dusun Saluanna Burau Luwu Timur Minta Bantuan Mesin Panen ke Bupati

Badawi juga menerima laporan warga perihal penggunaan kendaraan operasional desa yang dipakai tidak sesuai peruntukannya.

Wakil Ketua 1 DPRD Luwu Timur M Siddiq BM menilai, penggunaan kendaraan operasional desa perlu dibuatkan aturan agar digunakan sesuai fungsinya.

"Perlu memang saya kira, petunjuk pelaksanaan dari Pak Kadis atau peraturan bupati," ujar Siddiq.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Luwu Timur, Halsen, melarang kepala desa menjadikan kendaraan operasional untuk bergaya-gayaan di tengah masyarakat.

Itu disampaikan Halsen merespon informasi warga ada oknum kepala desa memodifikasi kendaraan operasional. Bahkan menghapus nama desa atau kabupaten pada kendaraan tersebut.

3 Mucikari Prostitusi Online Jualan di Pinrang, Tawarkan Perempuan Dewasa Hingga Remaja

Wanita Ingin Ikut Salat Jumat, Bolehkah? Ini Hukum dan Tata Cara Salat Jumat Bagi Wanita

Rumah Makin Mahal 2020, Menteri PUPR Jokowi Hapus Subsidi Segini, Selisihnya Capai Rp 3 M

Follow akun instagram Tribun Timur:

"Saya mau ingatkan semua kembali melalui persuratan. Dalam rangka tertib administasi dan penataan ulang aset masing-masing desa," kata Halsen.

Warga pun menyarankan DPMD Luwu Timur agar seluruh kendaraan operasional dipasangkan tulisan besar nama desa agar warga mudah mengawasi.

Terdapat 124 desa tersebar di 11 kecamatan di Luwu Timur.

Kabupaten itu bakal menggelar pemilihan kepala daerah (Pilkada) di 2020. (tribunlutim.com)

Penulis: Ivan Ismar
Editor: Mahyuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved