Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Keberfungsian Sosial Penyandang Disabilitas

Sasaran utama dari pemberian layanan rehabilitasi sosial lanjut adalah pemenuhan hak hidup layak, dan pengembangan kapabilitas fungsional

Tayang:
Editor: syakin
Citizen Reporter
Asrul Sani, SE Staf BRSPDF Wirajaya Makassar 

Secara teknis, pelaksanaan rehabilitasi sosial lanjut sebagai komponen pertama dalam program rehabilitasi sosial dititikberatkan pada empat sasaran intervensi. Pertama, pemberian bantu bertujuan (Bantu). Bentuknya bisa pemberian bantuan uang, barang dan bantuan jasa.

Bantuan bertujuan diberikan sebagai stimulan untuk pengembangan dan peningkatan kemandirian usaha bagi penyandang disabilitas. Kedua, pemberian rerapi yakni terapi fisik, psikososial, mental-spritual dan terapi penghidupan (Lifelihood).

Ketiga, dukungan keluarga (family support). Dukungan keluarga bisa dalam bentuk dukungan ekonomi, parenting, dan psikososial. Keempat, pendekatan pengasuhan dan keperawatan (social care).

Pada komponen pendampingan sosial, secara teknis dilakukan dalam bentuk pemberian layanan respon kasus dan juga pemberian layanan rumah perlindungan sementara (temporary shalter). Adapun untuk pemberian layanan dukungan teknis, sasarannya pada upaya membangun pola kemitraan, baik pada instansi pemerintah daerah, lembaga lesejahteraan sosial (LKS), maupun pada tenaga pendamping sosial.

Pemberian layanan dukungan teknis diarahkan pada layanan regulasi, koordinasi, peningkatan kapasitas SDM, pemadanan data, serta sosialisasi dan edukasi. Sementara untuk dukungan aksesibilitas diarahkan pada pemberian alat bantu dan advokasi sarana dan prasarana aksesibilitas.

Dengan memahami dan upaya implementasi Progres 5.0 New Platform secara optimal dalam pemberian layanan rehabilitasi sosial bagi penyandang disabilitas, diharapkan menjadi solusi dalam meningkatkan keberfungsian dan kemandirian sosial bagi penyandang disabilitas. Kedepannya, dengan keseriusan dan kepedulian dari para pihak, mewujudkan Indonesia inklusi dan ramah disabilitas bukanlah hal yang mustahil. Bahkan dengan pelibatan semua pihak, ‘Indonesia Inklusi, Disabilitas Unggul’ merupakan keniscayaan. Selamat Hari Disabilitas Internasional Tahun 2019 yang diperingati setiap 3 Desember. (*)

Sumber: Tribun Timur
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved