Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Transfer Uang Lewat Fintech Lebih Murah, Bankir: Cepat atau Lambat Bakal Terjadi

Mau tidak mau, perbankan kini harus sudah siap bersaing dengan penyedia layanan keuangan di luar perbankan.

Editor: Hasriyani Latif
SANOVRA JR/TRIBUN TIMUR
Nasabah sedang mengakses anjungan tunai mandiri (ATM) di Mall Ratu Indah (MARI), Makassar, beberapa waktu lalu. 

Sebabnya, layanan tersebut memang cepat atau lambat bakal terjadi di industri, dan seluruh nasabah bank pun berhak untuk memilih layanan keuangan sesuai kebutuhan masing-masing.

Senior Vice President (SVP) Transaction Banking and Retail Sales Bank Mandiri, Thomas Wahyu menuturkan bahwa setiap industri mempunyai segmen yang berbeda. Perbankan dalam hal ini lebih diuntungkan dari sisi loyalitas nasabah dan keamanan. 

Jelas, bagi nasabah yang membutuhkan layanan transfer antarbank secara realtime, 24 jam dengan limit transaksi harian hingga Rp 100 juta maka transfer melalui bank menjadi jawabannya.

"Transfer lewat bank, tujuan transfer lebih lengkap, tidak ada batasan bank selama tidak melebihi limit transaksi, jaminan keamanan transaksi pun lebih unggul," ujar Thomas, Senin (11/11/2019).

Transaksi di MaRI dan Nipah Mal Dapat Voucher Rp 50 Ribu dari Bank BNI

Susul BCA, Mandiri Luncurkan Fitur Buka Rekening via Online, Cukup Klik Tak Perlu Download

BTN Optimis Salurkan Kredit Rp7 Triliun Hingga Akhir Tahun

Namun, bank berlogo pita emas ini tidak memungkiri bahwa ada nasabah yang tidak memerlukan transaksi secara realtime dengan dana yang relatif kecil.

Memang, beberapa layanan transfer antar bank baik lewat Flip atau dompet digital tetap memiliki batasan transfer sekitar Rp 1 juta hingga Rp 5 juta tergantung aplikasi.

Lagi pula, dari sisi transaksi khususnya pada layanan e-channel Bank Mandiri, per Oktober 2019 transaksi tetap tumbuh khususnya pada layanan Mandiri Online. 

Catatan Thomas, hingga Oktober 2019 transaksi menggunakan aplikasi mandiri online masih tumbuh 72,3% secara yoy menjadi 310 juta transaksi. "Dari total transaksi itu, 48% merupakan transaksi transfer," ujarnya.

Bank bersandi emiten BMRI ini menyebut bahwa pihaknya tetap akan meningkatkan layanan e-channel dengan menjaga reliabilitas aplikasi dan memperlengkap fitur serta biller sehingga transaksi apapun dapat dilakukan melalui aplikasi. 

Dengan demikian, berbagai layanan/aplikasi yang memungkinkan nasabah melakukan transfer dengan biaya admin yang lebih rendah tidak mempengaruhi traffic transaksi pada e-channel Bank Mandiri.

Bank Mandiri Sediakan Fitur Bank at Work kepada Karyawan Kalla Group

Kudo Sudah Punya 2,6 Agen di 500 Daerah, Bakal Terjun ke Fintech Lending

GrabFood Signature Hadir di Indonesia, Menu Unik yang Hanya Ada di GrabFood

Tujuh Startup Makassar Ikut Kompetisi National Pitch Up Digital Valley

Selain itu, basis customer Bank Mandiri mencapai lebih dari 20 juta sehingga banyak juga transaksi sesama bank/pindah buku dibandingkan transaksi antar bank.

Head Digital Banking Bank BTPN, Irwan S Tisnabudi juga menyatakan layanan transfer antarbank berbiaya murah cepat atau lambat bakal terjadi.

Tentunya, ia mengakui dari sisi biaya transfer bank akan lebih mahal lantaran biaya infrastruktur dan operasional yang diharuskan selalu aktif dan terus ekspansif.

"Bukan sesuatu yang harus dilawan, karena kami juga paham bahwa cepat atau lambat akan ada layanan seperti ini," ujarnya. 

Meski begitu, Bank BTPN lewat aplikasi tabungan digital yakni Jenius sebenarnya juga memberikan keringanan biaya transfer bagi pengguna.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved