BTN Optimis Salurkan Kredit Rp7 Triliun Hingga Akhir Tahun

Kepala Kantor Wilayah BTN V Sulampua, Edward Alimin mengatakan, meski kondisi ekonomi sedang tak bagus.

BTN Optimis Salurkan Kredit Rp7 Triliun Hingga Akhir Tahun
fahrizal/tribuntimur.com
Kepala Kantor Wilayah BTN V Sulampua, Edward Alimin. (Fahrizal Syam) 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - PT Bank Tabungan Negara (BTN) optimis penyaluran kreditnya bisa mencapai Rp7 triliun hingga akhir 2019 ini.

Kepala Kantor Wilayah BTN V Sulampua, Edward Alimin mengatakan, meski kondisi ekonomi sedang tak bagus.

Dia meyakini penyaluran kreditnya itu bisa tercapai.

"Melihat kondisi ekonomi sekarang, kita tidak muluk juga, tapi sampai akhir tahun paling tidak Rp6-7 triliun lah. Tapi yang kita ingin salurkan sesuai kebutuhan saja sih, bukan soal jumlahnya," kata Edward, Selasa (22/10/2019).

Keluarga Siti Zulaeha Unjuk Rasa di PN Gowa, Tuntut Dosen UNM Dihukum Mati

Setelah Heboh Mahasiswi Banjarmasin, Kini Viral Video Panas Mahasiswi Kota B, Simak 3 Faktanya

Prabowo Calon Menhan Jokowi, Bagaimana Nasib Sandiaga Uno? Tak Dipanggil ke Istana, Unggah Ini

Edward menjelaskan, saat ini penyaluran kredit BTN di wilayahnya sudah lebih dari Rp 5 triliun, dan 65 persen merupakan penyaluran untuk kategori KPR dengan total sekitar 24 ribuan unit perumahan.

"Tahun ini khusus di wilayah saya sudah 24 ribuan unit, itu nilainya sekitar Rp 3 triliunanan lah. Terhadap kredit hampir 65-an persen," bebernya.

Dikatakan Edward, dari berbagai skema kredit BTN, Fasilitas Likuiditas Pembiyaan Perumahan (FLPP) menjadi yang terbesar di wilayahnya, meski terjadi penurunan karena adanya berbagai kendala.

"Yang menurun itu sebenaranya subsidi karena kebijakan belum turun. ditambah kondisi ekonomi begini, persyaratan subsidi gak jalan.

Keluarga Siti Zulaeha Unjuk Rasa di PN Gowa, Tuntut Dosen UNM Dihukum Mati

Setelah Heboh Mahasiswi Banjarmasin, Kini Viral Video Panas Mahasiswi Kota B, Simak 3 Faktanya

Prabowo Calon Menhan Jokowi, Bagaimana Nasib Sandiaga Uno? Tak Dipanggil ke Istana, Unggah Ini

Produk kredit kita kan banyak jenisnya, bukan cuma FLPP, BP2PT, ada juga non-subsidi, personal loan, komersial dan lainnya," ucapnya.

Sementara itu untuk NPL, diakui Edward msih berada di ambang batas dan lebih terkontrol, yakni sekitar 3 persen.

Lanjut Edward, saat ini masih ada stok dari pemerintah pusat untuk skema Bantuan Pembiayaan Perumahan Berbasis Tabungan atau (BP2BT) sekitar 12 ribuan unit rumah.

"Masih ada stok nasional sampai 12 ribuan unit. Kita tidak dijatah, cepat-cepatan saja ambil itu," pungkasnya. (tribun-timur.com)

Laporan Wartawan tribun-timur.com @Fahrizal_syam

Langganan berita pilihan tribun-timur.com di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribuntimur

Follow akun instagram Tribun Timur:

Silakan Subscribe Youtube Tribun Timur:

 

Penulis: Fahrizal Syam
Editor: Ansar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved