Iuran Naik 2 Kali Lipat, Presiden Mahasiswa UINAM: Bubarkan BPJS

"Seharusnya presiden Jokowi kembali mempertimbangkan kebijakan mengenai kenaikan iuran BPJS, dengan dalih peningkatan kualitas pelayanan kesehatan

Iuran Naik 2 Kali Lipat, Presiden Mahasiswa UINAM: Bubarkan BPJS
Muslimin emba
Presiden mahasiswa UINAM, Junaedi saat memimpin unjukrasa. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR -  Presiden Mahasiswa Universitas Islam Negeri Makassar (UINAM) Junaedi, meminta agar Presiden RI Joko Widodo kembali mempertimbangkan rencana kenaikan tarif iuran BPJS.

Pasalnya, kenaikan tarif iuran tersebut dianggap akan membebani rakyat.

"Seharusnya presiden Jokowi kembali mempertimbangkan kebijakan mengenai kenaikan iuran BPJS, dengan dalih peningkatan kualitas pelayanan kesehatan," kata Junaedi, Rabu (30/10/2019).

Sore Ini PSM Berangkat ke Surabaya, Bakal Dijamu Persebaya di Stadion GBT?

Pemprov Sulbar Rivisi RPJMD 2017-2022, ABM: Kita Butuh Peningkatan Pembangunan

Aktivis Jeneponto Minta Kejari Tahan Pelaku Dugaan Korupsi Makan Minum RSUD Lanto Dg Pasewang

Selain dianggap membebani rakyat, kenaikat tarif BPJS itu tidak selaras dengan pengelolaan yang ada.

"Semenjak BPJS ini ada, yang terjadi hanya defisit bagi BPJS. Maka langkah yang harus diambil adalah bukan menaikkan iurannya," tambah Junaedi.

Tetapi BPJS seharusnya dihapus atau dibubarkan saja, dan mengembalikan kepada otonomi daerah untuk mengurus persoalan kesehatan masyarakat.

Ia juga meminta agar layanan kesehatan tidak lagi komersialisasikan.

Sebab sudah menjadi tanggungjawab pemerintah sebagaimana termaktub dalam UU No 36 Tahun 2009, Tentang Kesehatan.

Sebelumnya berada kabar melalui grup-grup media sosial terkait rencana kenaikan iuran BPJS yang mulai diberlakukan Tahun 2020.

Berikut kabar yang beredar itu:

Halaman
12
Penulis: Muslimin Emba
Editor: Sudirman
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved