Waspada Heat Stroke Saat Cuaca Panas dan Terik, Kenali Gejala dan Cara Pencegahannya

Waspada Heat Stroke Saat Cuaca Panas dan Terik, Kenali Gejala dan Cara Pencegahannya

Waspada Heat Stroke Saat Cuaca Panas dan Terik, Kenali Gejala dan Cara Pencegahannya
TRIBUNNEWS
PANAS! Suhu Makassar 38,8 Derajat, Tertinggi di Indonesia, BMKG Bilang Ini Penyebabnya, Maros 38,3 

1. Mengompres bagian leher, ketiak, dan selangkangan menggunakan es.

2. Menyemprotkan air dingin.

3. Meniupkan udara segar.

4. Melepas baju ketat yang dikenakan penderita.

5. Membalut tubuh penderita secara longgar menggunakan kain basah.

Segera cari pertolongan medis untuk memberikan perawatan lebih lanjut.

Penyebab Cuaca Panas dan Terik saat Siang Hari

Diketahui suhu udara panas dominan terjadi di wilayah Indonesia bagian selatan, seperti Sulawesi Selatan, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, dan lainnya.

Kepala Bidang Prediksi dan Peringatan Dini Cuaca BMKG, Miming Saepudin, menjelaskan mengapa suhu udara saat siang hari terasa panas dan terik.

Ia mengungkapkan suhu udara panas erat kaitannya dengan fenomena gerak semu matahari.

"Seperti yang kita ketahui pada bulan September, matahari berada di sekitar wilayah khatulistiwa dan akan terus bergerak ke belahan bumi selatan hingga bulan Desember."

Suhu Ekstrem landa Indonesia
Suhu Ekstrem landa Indonesia (int)

"Sehingga pada bulan Oktober ini, posisi semu matahari akan berada di sekitar wilayah Indonesia bagian selatan," terangnya dalam keterangan tertulis yang diterima Tribunnews.com.

Lebih lanjut, Miming menjelaskan kondisi tersebut menyebabkan radiasi matahari di wilayah tersebut menjadi lebih banyak.

Sehingga menyebabkan suhu udara saat siang hari terasa panas dan terik.

Tak hanya itu, kondisi atmosfer di wilayah selatan Indonesia relatif kering.

Sehingga menghambat pertumbuhan awan yang bisa berfungsi menghalangi panas matahari.

Baca: Terungkap! Gondok Beracun Penyebab Paskibra Lutim Meninggal Sebelum Upacara. Kenali Gejalanya!

Baca: LAGI VIRAL di Facebook Pasien Dandan Meski Sakit dengan Selang Oksigen di Rumah Sakit,Ini Masalahnya

Baca: Ini Cerita Lengkap Terbakarnya Lamborghini Seharga Rp 19 M Raffi Ahmad-Nagita Slavina, Bikin Pusing!

Baca: TERNYATA Ini Penyebab Tumor Otak yang Berpotensi Jadi Kanker, Penyakit Diderita Agung Hercules

"Minimnya tutupan awan ini akan mendukung pemanasan permukaan yang kemudian berdampak pada meningkatnya suhu udara," ujar Miming.

Kondisi ini diperkirakan masih akan terjadi selama satu satu minggu.

Karena itu, Miming mengimbau masyarakat yang terdampak cuaca panas agar minum air putih cukup untuk menghindari dehidrasi.

Juga mengenakan pakaian yang melindungi kulit saat beraktivitas di luar ruangan.

"Waspadai (juga) aktivitas yang dapat memicu kebakaran hutan dan lahan khususnya di wilayah-wilayah yang memiliki potensi tinggi karhutla," tandas dia.(*)

Editor: Hasriyani Latif
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved