Dekan FKIP Unismuh: Profil Mendikbud Relevan dengan Tantangan Revolusi Industri 4.0

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ini adalah menteri termuda (35 tahun), dengan latar belakang profesi pengusaha moda transportasi online Gojek.

Dekan FKIP Unismuh: Profil Mendikbud Relevan dengan Tantangan Revolusi Industri 4.0
Muh Hasim/Tribun Timur
Dekan FKIP Unismuh Makassar, Erwin Akib 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR-Salah satu sosok yang paling banyak dibicarakan dalam Kabinet Indonesia Maju Pemerintahan Jokowi-Ma'ruf adalah Nadim Makarim.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ini adalah menteri termuda (35 tahun), dengan latar belakang profesi pengusaha moda transportasi online Gojek.

CitraLand Tallasa City Gelar Pemilihan Unit Klaster Silver Sand

7.573 Buku Terjual di Pameran Cuci Gudang Gramedia Hari Keenam

14 Hari Operasi, Polrestabes Makassar Jaring 51 Penjahat

RAMALAN ZODIAK CINTA JUMAT 25 Oktober 2019 Leo Beruntung, Scorpio Butuh Kepercayaan & Cancer Cemburu

2 Hari Operasi Zebra 2019, Satlantas Polres Enrekang Tilang 38 Pengendara

Sekilas latar belakang usia dan pengalaman kerja tersebut, membuat berbagai kalangan meragukan kapasitas Mendikbud baru ini dalam menata lembaga pendidikan, mulai TK hingga perguruan tinggi.

Apalagi, ia harus memimpin puluhan ribu guru dan dosen, termasuk para guru besar yang tersebar di berbagai perguruan tinggi.

Dekan FKIP Unismuh Makassar, Erwin Akib berpendapat, justru sosok Mendikbud baru cukup relevan dengan tantangan pendidikan di era disrupsi saat ini.

"Kita berada di era revolusi industri 4.0. Tantangan yang kita hadapi berbeda dengan dekade-dekade sebelumnya. Kita butuh sosok leader di bidang pendidikan yang memahami zaman baru ini," jelas Erwin, di Kampus Unismuh Makassar, Kamis (24/10/2019).

Target Presiden Jokowi menunjuk Nadiem Makarim sebagai Mendikbud, sambung Erwin, agar terjadi kesesuaian antara kompetensi alumni lembaga pendidikan dengan kebutuhan dunia industri.

"Kami memahami cara pandang Pak Jokowi, yang ingin pendidikan dikelola secara out of the box. Tidak terpasung dengan rutinitas dan tradisi selama ini. Kita harus melakukan lompatan," kata alumni S3 Universitas Teknologi Malaysia ini.

Meski demikian, Erwin tetap mengingatkan agar Mendikbud baru tetap menjaga keseimbangan antara kesinambungan dan perubahan.

Pendiri Gojek Nadiem Makarim
Pendiri Gojek Nadiem Makarim (tribunnews/seno)

"Analoginya, Kemendikbud ini pesawat Boeing, besar dan banyak penumpang. Bukan pesawat tempur seperti F16. Jika ingin melakukan perubahan, harus betul-betul dengan kajian matang, agar sesuai dengan kebutuhan semua stakeholder. Bukan pula kebijakan yang sekadar bersifat sensasional," pungkas nakhoda FKIP Unismuh ini.

Halaman
12
Penulis: Muh. Hasim Arfah
Editor: Syamsul Bahri
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved