Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

UMI

3 Hari UMI Kukuhkan 8 Profesor Baru, Berikut Daftarnya!

Pengukuhan profesor di Auditorium Al Jibra Kampus UMI Jalan Urip Sumoharjo, Makassar, 26-28 Juli 2025.

Penulis: Rudi Salam | Editor: Sakinah Sudin
Tribun Timur/ Rudi Salam
PENGKUKUHAN PROFESOR UMI - Rektor UMI Prof Hambali Thalib memberikan sambutan dalam pengukuhan guru besar UMI di Auditorium Al Jibra Kampus UMI Jalan Urip Sumoharjo, Makassar, Selasa (26/8/2025). UMI mengukuhkan delapan profesor baru dalam tiga hari. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Universitas Muslim Indonesia (UMI) mengukuhkan delapan guru besar atau Profesor baru.

Pengukuhan berlangsung di Auditorium Al Jibra Kampus UMI Jalan Urip Sumoharjo, Makassar, selama tiga hari, 26-28 Juli 2025.

Dua guru besar, Prof Suharni A Fachrin (Fakultas Kesehatan Masyarakat) dan Prof Rizki Amelia (Fakultas Kesehatan Masyarakat), dikukuhkan Selasa (26/8/2025).

Tiga guru besar dikukuhkan Rabu (27/8/2025).

Mereka yakni Prof Edy (Fakultas Pertanian dan Bioremediasi Lahan Tambang), Prof Nuraeni (Fakultas Pertanian dan Bioremediasi Lahan Tambang), dan Prof Imaduddin (Fakultas Ekonomi dan Bisnis).

Pada Kamis (28/8/2U025) Prof Anis Saleh (Fakultas Teknologi Industri), Prof A Suryanto (Fakultas Teknologi Industri), dan Prof Nurdjannah (Fakultas Teknologi Industri) dikukuhkan.

Saat ini, UMI memiliki 108 profesor dan terbanyak untuk kampus swasta di luar Pulau Jawa.

“UMI adalah perguruan tinggi swasta yang paling banyak guru besarnya di Indonesia,” kata Ketua Dewan Profesor UMI, Prof Mansyur Ramly, dalam pengukuhan guru besar di Auditorium Al Jibra, Kamis (28/8/2025).

Prof Mansyur Ramly mengingatkan seorang profesor UMI harus menjadi dai yang menyebarkan syiar Islam.

Sebab, profesor berada di universitas berinisial Islam.

“Kita harus tampil menjadi yang terbaik,” sebut  Profesor Fakultas Ekonomi dan Bisnis UMI tersebut.

Rektor UMI, Prof Hambali Thalib mengatakan, kehadiran profesor baru meneguhkan posisi UMI sebagai perguruan sebagai kampus profesor terbanyak.

Itu untuk di lingkup Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) wilayah IX Sultanbatara.

Profesor Fakultas Hukum UMI itu menambahkan, salah satu ukuran mutu perguruan tinggi adalah produktivitas dosennya dalam menjalankan tridarma perguruan tinggi.

Salah satu indikator tertinggi produktivitas tersebut adalah capaian gelar profesor.

“Kami berharap profesor ini menuangkan pikiran hasil pemikirannya kepada UMI,”  kata Andi Lukman.

Kepala LLDikti Wilayah IX, Dr Andi Lukman mengatakan gelar profesor ini hasil dari kerja keras yang dilakukan selama mengabdi di UMI.

“Hari ini puncak perjalanan panjang, pengabdian tidak pernah kenal lelah,” imbuhnya. (*)

 

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved