Jelang Purnabakti Wapres JK, Nurdin Abdullah Sebut Tokoh Taro Ada Taro Gau

Gubernur Sulsel M Nurdin Abdullah menyebutkan sosok JK masih sangat dibutuhkan bangsa dan negara. Walaupun sudah tidak menjabat sebagai Wapres. Teruta

Jelang Purnabakti Wapres JK, Nurdin Abdullah Sebut Tokoh Taro Ada Taro Gau
Fotografer Wapres/Jery Wong
Wapres Jusuf Kalla (JK) memakai batik bertemu kepala negara di sela Sidang Majelis Umum (SMU) Ke-74 PBB, di New York, Amerika Serikat, Selasa (24/9/2019). 

TRIBUN TIMUR.COM, MAKASSAR - Masa jabatan Jusuf Kalla (JK) sebagai Wakil Presiden Indonesia akan berakhir tanggal 20 Oktober mendatang bersamaan dengan pelantikan Presiden Indonesia Joko Widodo dan wakilnya KH. Ma'ruf Amin.

Gubernur Sulsel M Nurdin Abdullah menyebutkan sosok JK masih sangat dibutuhkan bangsa dan negara. Walaupun sudah tidak menjabat sebagai Wapres. Terutama pemikiran putra asal Bone ini mengenai perdamaian.

Dosen FIS UNM Jadi Pembicara Seminar Internasional di Sheraton Surabaya Hotel

Prof Ma’ruf Hafidz Diberi Amanah Jadi Ketua Dewan Etik LLDIKTI IX Sulawesi

Ingat Norman Kamaru, Dipecat dari Polisi Lalu Bisnis Bubur Bangkrut, Mantan Istri Bongkar Sifat Asli

Ingat Norman Kamaru, Dipecat dari Polisi Lalu Bisnis Bubur Bangkrut, Mantan Istri Bongkar Sifat Asli

VIDEO: Patroli Aparat Gabungan di Jeneponto Jelang Pelantikan Presiden

" Pak JK itu sebagai tokoh perdamaian dunia dan merupakan kebangaan masyarakat Sulsel. Beliau telah membawa suasana Sulsel itu identik Pak JK yang berhasil mendampingi dua presiden. Pak JK itu sosok yang tahu menempatkan diri dan sebagai wakil presiden yang baik," kata Nurdin Abdullah dalam rilisnya yang dikirim ke Tribun, Jumat (18/10/2019).

Demikian juga dengan Jokowi, ia menilai akan tetap minta saran dan masukan termasuk meminta saran tentang keutuhan NKRI. JK adalah sosok yang bisa diterima semua kalangan.

" Sumber inspirasi bagi kita semua karena orang yang sangat konsisten, apa yang dibicarakan itu yang dikerjakan atau taro ada taro gau," sebutnya.

Lebih jauh, mantan bupati Bantaeng ini menjelaskan sosok JK menjadi representasi masyarakat Indonesia Timur. Selama berkarier di pemerintahan, JK selalu memperhatikan pembangunan kawasan Indonesia Timur.

" Dimana pun bicara selalu bicara Indonesia timur," ujar Nurdin Abdullah.

Rektor Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar, Prof Dr  H Abdul  Rahman Rahim, SE, MM, kembali ketemu dengan Gubernur Sulsel Prof Dr Ir H Nurdin Abdullah, M.Agr di Gubernuran, Minggu (15/9/2019).
Rektor Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar, Prof Dr H Abdul Rahman Rahim, SE, MM, kembali ketemu dengan Gubernur Sulsel Prof Dr Ir H Nurdin Abdullah, M.Agr di Gubernuran, Minggu (15/9/2019). (Istimewa)

Tak hanya itu, sebagai sosok berjiwa sosial JK mendapatkan amanah memimpin Palang Merah Indonesia (PMI) selama dua periode hingga saat ini. Di bidang agama, mantan ketua Kadin Sulsel ini dipercaya menjabat Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI).

" Kita tinggal mendoakan beliau agar sehat selalu, karena kita masih butuh gagasan dan pikiran beliau untuk bangsa negara. Harus ada JK baru, harus ada tokoh sentral baru dari Sulsel. Bukan ditunjuk, tapi harus dibangun dari awal," pungkasnya.(*)

Satu Lagi Hasil Perjuangan JK, Indonesia Terpilih Dewan HAM PBB dengan Suara Terbanyak

Halaman
123
Editor: Syamsul Bahri
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved