Opini Istri Gubernur Sulsel: Jangan Ada 'Plastik' Diantara Kita

Menarik perhatian saya terkait issu pencemaran lingkungan yang ditimbulkan oleh sampah plastik.

Opini Istri Gubernur Sulsel: Jangan Ada 'Plastik' Diantara Kita
Humas Pemprov Sulsel
Ketua TP PKK Sulsel Liestiaty Fachruddin 

Oleh
Ketua PKK Sulsel, Ir Liestiaty Fachruddin M.Fish

TRIBUN-TIMUR.COM - Menjaga lingkungan sama halnya kita menjaga kesehatan bagi diri kita sendiri keluarga dan orang lain. Yah, kira-kira seperti itulah.

Menarik perhatian saya terkait issu pencemaran lingkungan yang ditimbulkan oleh sampah plastik.

Berdasarkan data Asosiasi Industri Plastik Indonesia (INAPLAS) dan BPS yang dikutip kompas.com, sampah plastik Indonesia mencapai angka 64 juta ton/tahun, dimana 3,2 juta ton sampah plastik itu dibuang ke laut.

Selain itu, sesuai hasil riset Fakultas Perikanan Universitas Hasanuddin, ikan teri yang di dapat di salah satu pulau diteliti itu sudah tidak sehat lagi dikonsumsi.

Mengapa? karena Teri ini sudah ikut tercemar, akibat memakan sampah plastik. Ini akan terkontaminasi dan masuk ke tubuh manusia saat dikonsumsi. Plastik telah banyak membunuh ikan di lautan Karen dicemari kandungan limbah berbahan plastik.

Kita ketahui bahwa sampah plastik yang terbuang ke laut tersebut, tidak akan bisa terdegradasi dan masih tetap utuh selama ratusan tahun.

Tentu, ruang bawah laut serta ikan juga tercemar oleh sampah plastik karena mereka (ikan) memakannya.

Sangat rawan, jika tubuh manusia ikut terkontaminasi mikro plastik karena mengkonsumsi ikan yang mengandung mikro plastik. Plastik telah banyak membunuh ikan di lautan, ini nyata.

Kompas sempat memberitakan di Wakatobi ditemukan Paus yang mati dan dalam perutnya ditemukan banyak sampah plastik.

Halaman
12
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved