VIDEO: Dosen UNM Wahyu Jayadi Dituntut 14 Tahun Penjara, Kuasa Hukum: Itu Masih Berat

Shyafril mendasari anggapannya yang didasarkan pada fakta persidangan yang terungkap selama ini.

TRIBUN-TIMUR.COM, SUNGGUMINASA - Kuasa hukum terdakwa Wahyu Jayadi, M Syhafril Hamzah menilai tuntutan 14 tahun penjara yang disampaikan Jaksa Penuntut Umum (JPU) masih berat.
Meski Wahyu Jayadi selaku terdakwa lolos dari tuntutan hukuman mati, namun Syhafril menilai tuntutan itu masih berat bagi kliennya.
Sebab, katanya, kasus pembunuhan ini dilakukan terdakwa atas dasar spontanitas.
Shyafril meyakini tidak ada perencanaan ataupun niat kliennya menghilangkan nyawa korban.
Shyafril mendasari anggapannya yang didasarkan pada fakta persidangan yang terungkap selama ini.
"Kami menilai tuntutan ini masih berat. Karena kalau kita amati fakta persidangan, pembunuhan ini terjadi secara spontanitas," katanya ketika dikonfirmasi seusai sidang.
Terdakwa kasus pembunuhan Wahyu Jayadi dituntut pidana 14 tahun penjara oleh Jaksa penuntut umum (PJU).
Dosen nonaktifkan Universitas Negeri Makassar ini disebutkan tidak terbukti melakukan pembunuhan berencana.
Wahyu Jayadi disebutkan terbukti melakukan pembunuhan, bukan perencanaan. Untuk itu jaksa menerapkan Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan.
Namun, Shyafril menilai, kliennya semestinya hanya dikenakan pasal 351 ayat 3 tentang penganiayaan mengakibatkan kematian.
"Jadi yang wajarnya pasal 351 ayat 3 tentang penganiayaan menyebabkan meninggal dunia," bebernya.
Berikut videonya:
Penulis: Ari Maryadi
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved