Hebat, Kuran Puasa Guru SMA YPS Sorowako Ciptakan Kamus Bugis-Indonesia
Selain kamus Bugis-Indonesia, Karun juga menulis buku yang sudah terbit yaitu Teaching English through Pop Songs
Penulis: Ivan Ismar | Editor: Imam Wahyudi
TRIBUNLUTIM.COM, NUHA - Guru bahasa Inggris SMA Yayasan Pendidikan Soroako (YPS) Soroako, Kuran Puasa, menciptakan kamus Bahasa Bugis-Indonesia setebal 961 halaman.
Selain kamus Bugis-Indonesia, Kuran juga menulis buku yang sudah terbit yaitu Teaching English through Pop Songs (Yrama Widya, Bandung, 2008), Mastering English Vocabulary 2 (Pustaka Panrita, 201 I ).
Baca: FOTO: Cafe Holograms Hadirkan Menu Baru Ayam Tolak Pinggang
Pada jenjang pendidikan, Kuran menyelesaikan pendidikan pra-universitas di Parepare yaitu di SD Negeri 16 (1978-1984), SMP Negeri 3 (1984-1987) dan SMA Negeri 1 (1987-1990).
Kuran kemudian melanjutkan pendidikan di jurusan pendidikan bahasa inggris di IKIP Ujung Pandang (1990-1995) dan S2 pendidikan bahasa Inggris di Universitas Negeri Makassar (2008-2010).
Baca: Waktu yang Salah dari Fiersa Besari Bikin Galau, Simak Lirik dan Chord Lagunya
Suami dari St Asriah dan ayah dari Nayswa A Aliyah ini lahir di Lipukasi, Tanete Rilau, Barru, 1971 silam.
Tamat kuliah, Kuran kemudian mendapat tawaran mengajar bahasa Inggris di SMP YPS Soroako. Ia mengajar sekitar lima tahun sebelum pindah mengajar di SMA YPS Soroako.
TribunLutim.com menemui Kuran di sela kesibukannya usai mengajar bahasa Inggris di ruang kelas SMA YPS Soroako, Rabu (9/10/2019).
Berikut wawancara singkat TribunLutim.com dan Kuran terkait Kamus Bahasa Bugis-Indonesia yang sudah diedarkan tersebut.
- Apa alasan menerbitkan buku kamus bahasa Bugis-Indonesia?
"Saya prihatin dan sedih, itu dua kata kunci. Pernah ada orang asing (Inggris) beberapa tahun lalu mencari kamus bahasa Bugis di Parepare. Saya tak bisa tunjukkan karena memang tidak ada kamusnya. Itu pemancing awal saya menulis,"
"Yang memprihatinkan saya, berdasarkan laporan UNESCO saat itu bahwa bahasa lokal di dunia, tak terkecuali bahasa Bugis berada dalam antrian kepunahan. Itu sangat memprihatinkan saya. Itu yang membuat saya tergerak belajar menulis kamus.
"Saya merasa ingin memberi kontribusi kepada bahasa bugis, itu kenapa saya menyusun kamus ini,"
- Kapan pertama kali ide menulis buku kamus muncul?
"Beberapa tahun setelah pertemuan saya dengan orang asing dari Inggris yang mencari kamus, sekitar tahun 90 an. Setelah melihat laporan UNESCO itu bahwa bahasa lokal terancam punah, itu yang menggerakkan saya,"
- Berapa lama menyelesaikan Kamus Bugis-Indonesia sampai rampung?
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/kuran-puasaaa.jpg)