Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Kisah Pilu Keluarga Perantau Asal Pangkep Selamat dari Kerusuhan Wamena

Mereka tinggal di Jl Kinbim, Kelurahan Sinagma, Kecamatan Wamena Kota, Kabupaten Jaya Wijaya Provinsi Papua.

Tayang:
Penulis: Munjiyah Dirga Ghazali | Editor: Imam Wahyudi
munjiyah/tribunpangkep.com
Korban kerusuhan perantau asal Pangkep yang selamat dari kerusuhan di Wamena, Papua, H Hanaping saat ditemui Tribun Timur di Pangkajene, Selasa (1/10/2019). 

Syaiful lalu memutuskan bersembunyi ketika mendapati rumah penduduk lokal yang kosong.

" Saya sembunyi di rumah kelompok massa. Saya baru keluar ketika ada mobil polisi," bebernya.

Syaiful Arifin (25) menggendong bayinya Khaeril (18 bulan) di rumah keluarganya di Kabupaten Takalar.
Syaiful Arifin (25) menggendong bayinya Khaeril (18 bulan) di rumah keluarganya di Kabupaten Takalar. (Dok. ACT)

Empat jam bersembunyi, Syaiful akhirnya keluar ketika melihat ada mobil patroli polisi yang melintas. Ia pun ikut ke kantor polisi.

Ketika suasana mulai kondusif, ia pun keluar mencari istrinya. Ia kembali ke rumahnya.

Nahas, sang istri yang ditinggal di kandang Babi ditemukan di got. Keadaannya sudah tak bernyawa.

"Pas saya kembali, istri sudah jadi mayat. Saya temukan di got," bebernya.

Syaiful yang mengadu nasib bersama istrinya bernasib malang. Jerih parah usahanya selama lima tahun habis.

Tak ada harta benda yang dibawa pulang kecuali pakaian yang melekat di badan.

Laporan Wartawan Tribun Timur @bungari95

Langganan berita pilihan tribun-timur.com di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribuntimur

Follow akun instagram Tribun Timur:

Silakan Subscribe Youtube Tribun Timur:

Warga Dusun Bonto Ramba Mandai Butuh Air Bersih: Kades Jangan Diam!

Fraksi Hanura Minta Eksekutif Lutim Prioritaskan Bantuan Mesin Katinting dan Rumput Laut ke Nelayan

Tim PKK Marioriawa Ikut Bantu TNI Suksekskan TMMD di Soppeng

14 Rekannya Dilantik, Ruben Sahabat Ayu Ting Ting Nolak Jadi Anggota DPR & Pengen Jadi Menteri Ini

Sulawesi Selatan Alami Deflasi di September 2019, Ini Penyebabnya

Merantau di Wamena, Syaiful Selamat dari Amukan Massa Setelah Berlari 4 Km

TRIBUN-TIMUR.COM, SUNGGUMINASA -Peristiwa mencekam Wamena masih terus membekas dalam ingatan Syaiful Arifin (25), warga Kabupaten Takalar.

Syaiful kini mesti merawat dan membesarkan sendiri buah hati, Khairil (18 bulan). Sang istri, Risdayanti telah berpulang ke Rahmatullah.

Mereka telah kembali ke Kabupaten Takalar sejak Kamis (26/9/2019) pekan lalu.

Jordi Adik Ruben Onsu Kaget Melotot Dengar Harga Jus Jeruk di Korea, Betrand Peto yang Traktir

Beri Layanan Terbaik, Bengkel AHASS Kembali Raih SQ Award

Bekali Panitia Pilkades Serentak, DPMDPPA Sidrap Gelar Bimtek, Ini Daftar Desanya

Ia pulang bersama jenazah istrinya untuk dimakamkan di kampung halaman.

Syaiful pergi merantau ke Wamena pulang hanya dengan selembar pakaian yang melekat di badan.

Mangadu Nasib ke Wamena

Syaiful meninggalkan kampung halaman Kabupaten Takalar pada tahun 2014 lalu. Ia pergi untuk mengadu nasib.

Ketika itu, Syaiful diajak oleh kakak sepupunya. Mereka menekuni profesi sebagai pedagang daging.

"Saya merantau ke Wamena bersama kakak sepupu saya. Dia ajak saya ke sana kerja jual daging," kenang Syaiful kepada Tribun, Selasa (1/10/2019).

Tiga tahun menekuni profesi sebagai penjual daging, Syaiful memberanikan diri membuka usaha sendiri.

Istrinya, Risdayanti kali ini ikut diajak ke Wamena Papua. Mereka bersama menjalankan usaha sendiri.

"Saya keluar bangun usaha sendiri. Saya panggil istri ke sana," bebernya.

Enam bulan kemudian, Syaiful mendapat kabar bahagia. Mereka dikaruniai buah hati.

Istrinya yang hamil sempat pulang ke Makassar untuk melahirkan. Setelah itu, sang istri kembali menyusul Syaiful di Wamena Papua.

"Pas sudah pulang melahirkan 6 bulan, istri balik ke Wamena," bebernya.

Diserang Massa

Hari masih subuh, Senin (23/9/2019), ketika Syaiful membuka kios miliknya di Wamena Papua.

Syaiful mendengar suara teriakan dari jalanan. Teriakan itu ramai terdengar. Rupanya ada sekelompok massa yang berbuat rusuh.

"Kita tidak tahu mereka berniat ganggu pendatang. Makanya kita tidak panik," kata Syaiful.

Kelompok massa tersebut rupanya telah membakar sejumlah rumah di sekitar kontrakan tempat tinggal Syaiful. Kali ini, ia mulai panik.

Bekali Panitia Pilkades Serentak, DPMDPPA Sidrap Gelar Bimtek, Ini Daftar Desanya

SEDANG BERLANGSUNG Live Streaming Mola TV TVRI PSM vs Persib Bandung Liga 1 U-16, Tonton via HP

Peringati HUT ke 73 Bea Cukai, KPPBC Parepare Bawa Sembako ke Panti Asuhan Al-Birru

"Tidak lama begitu dia bakar rumah. Bakar mobil. Maka saya bawa istri sembunyi di kandang babi," bebernya.

Setelah itu, Syaiful berlari menyelamatkan diri. Ia berlari sekencang-kencangnya bersama putranya, Khairil.

Anah panah yang dilepaskan massa bahkan hampir mengenai putranya. Syaiful pun terus berlari sejauh empat kilometer.

"Saya sembunyi di rumah masyarakat yang kosong. Pemiliknya keluar pergi bakar rumah pendatang," bebernya.

Empat jam bersembunyi, Syaiful akhirnya keluar ketika melihat ada mobil patroli polisi yang melintas. Ia pun ikut ke kantor polisi.

Setelah suasana mulai agak kondusif, ia pun keluar mencari istrinya. Ia kembali kembali ke rumahnya.

Nahas, sang istri yang ditinggal di Kandang Babi ditemukan di got. Keadaannya sudah tak bernyawa.

"Pas saya kembali, istri sudah jadi mayat. Saya temukan di got," bebernya.

Laporan Wartawan Tribun Timur @bungari95

Langganan berita pilihan tribun-timur.com di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribuntimur

Follow akun instagram Tribun Timur:

Silakan Subscribe Youtube Tribun Timur:

Sumber: Tribun Timur
Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved