Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Kisah Pilu Keluarga Perantau Asal Pangkep Selamat dari Kerusuhan Wamena

Mereka tinggal di Jl Kinbim, Kelurahan Sinagma, Kecamatan Wamena Kota, Kabupaten Jaya Wijaya Provinsi Papua.

Tayang:
Penulis: Munjiyah Dirga Ghazali | Editor: Imam Wahyudi
munjiyah/tribunpangkep.com
Korban kerusuhan perantau asal Pangkep yang selamat dari kerusuhan di Wamena, Papua, H Hanaping saat ditemui Tribun Timur di Pangkajene, Selasa (1/10/2019). 

TRIBUNPANGKEP.COM, PANGKAJENE - Satu keluarga perantau asal Pangkep, kini sudah berada di kampung halamannya.

Mereka korban selamat dari kerusuhan di Wamena Papua.

Di Wamena, mereka tinggal di Jl Kinbim, Kelurahan Sinagma, Kecamatan Wamena Kota, Kabupaten Jaya Wijaya, Provinsi Papua.

Baca: FTI UMI-GoJek Luncurkan Program Instant Booking, Pertama di Luar Pulau Jawa

Mereka yang selamat yakni, H Tamengki (72), H Hanaping (47), Hj Hajire (60), Hj Mardiana (43) dan Afkar (7).

Satu keluarga tersebut, sejak 2008 sudah merantau ke Papua dan berjualan barang kelontongan.

Kondisinya saat ini, satu orang sedang dalam perawatan karena luka-luka yakni H Tamengki dan empat orang lainnya sehat.

Meski masih meninggalkan trauma mendalam satu keluarga ini tetap tegar dan berusaha menyelamatkan diri ditengah kerusuhan di Wamena Papua.

Baca: Keluarga Tewas Dibakar, Korban Rusuh Wamena Asal Enrekang Harap Presiden RI Tegas

H Hanaping menceritakan, kerusuhan itu membuat mertuanya H Tamengki (72) trauma.

Kepada Tribun Timur, H Hanaping menceritakan bagaimana mertuanya berada ditengah kerumunan massa.

Kejadian itu terjadi, Senin (23/9/2019) sekitar pukul 08.30 Wita saat mertuanya pergi berbelanja kebutuhan kiosnya di Wamena Kota yang akan dijualnya di Pasar Sinagma.

H Tamengki mengendarai motornya dan berbelanja kebutuhan kios di kota Wamena.

Baca: Awkarin Akhirnya Buka Suara & Ngomong Keras Gini Setelah Dituduh Jadi Istri Muda Sandiaga Uno

Ditengah perjalanan, saat dirinya sudah pulang, dia melihat kerumunan orang saling melempar.

Pada saat itu, H Tamengki kemudian memutar balik arah mencari jalan lain yang tidak ada pergerakan massa.

Dia terjatuh dari motor dan massa sudah di depan mata memegang badannya, hingga melempari H Tamengki dengan batu.

"Saya dilempari batu, diinjak-injak dan motor dirampas. Saat itu saya tidak tahu lagi dan sayup-sayup terdengar kalau massa itu akan membunuh saya," ujar H Tamengki.

Baca: Kapolda Sulsel Sebut Tim Cyber Lacak Penyebar Hoax Konflik Wamena

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved