Didemo Pelajar dan Mahasiswa, DPRD Jeneponto Sepakat Tolak Revisi UU KPK
Didemo Pelajar dan Mahasiswa, DPRD Jeneponto Sepakat Tolak Revisi UU KPK
Penulis: Ikbal Nurkarim | Editor: Suryana Anas
Didemo Pelajar dan Mahasiswa, DPRD Jeneponto Sepakat Tolak Revisi UU KPK
TRIBUNJENEPONTO.COM, BINAMU - DPRD Jeneponto menolak revisi undang-undang Komisi Pemberantasan Koropsi (KPK) jika itu melemahkan.
Hal tersebut diungkapkan wakil ketua dua DPRD Jeneponto Imam Taufiq di hadapan ratusan pengunjuk rasa di halaman kantor DPRD Jl Pahlawan, Kecamatan Binamu, Jeneponto, Jumat (27/9/2019) kemarin.
"Kami di DPRD Jeneponto itu sepakat menolak Revisi UU KPK jika itu melemahkan KPK," kata pria yang akrab disapa Imam disambut tepuk tangan pengunjuk rasa.
Baca: VIDEO: Ini Alasan Siswa Jeneponto Ikut Demo Bareng Mahasiswa Tolak RKUHP dan RUU KPK
Baca: VIDEO: Begini Aksi Kapolres Jeneponto Tenangkan Pengunjuk Rasa yang Mulai Anarkis
Baca: VIDEO: Intip Suasana Unjuk Rasa Tolak RKUHP dan Revisi UU KPK di Kantor DPRD Jeneponto
Menurut Imam Taufiq meski tak semua anggota DPRD Jeneponto tak menemui pengunjuk rasa namun bebeberapa perwkilan yang hadir sudah representasi faraksi di DPRD.
Bahkan suami dari kadis DMPTSP Jeneponto itu menjadi jaminan untuk mendapatkan 40 tanda tangan penolakan revisi UU KPK.
"Kami yang hadir saat ini telah merepresentasikan semua fraksi di DPRD Jeneponto dan apa tuntutannya kami akan sampaikan keanggota lainnya," tuturnya.
"Jika ada MOU yang mau ditanda tangani maka saya jadi jaminan 40 anggota dewan yang ada akan sama-sama menandatanganinya, silahkan buat formatnya atau kami yang buat," pungkasnya.
Sebelumnya, ratusan mahasiswa dari berbagai kampus di Jeneponto gelar unjuk rasa tolak RKUHP dan revisi UU KPK.
Tak hanya mahasiswa aksi unjuk rasa tersebut juga diikuti puluhan siswa yang masih berseragam pramuka.
Aksi unjuk rasa yang juga diikuti organisasi kemahasiswaan dimuali dengan orasi dan bakar ban bekas di simpang tiga Belokallong, Jl Lanto Dg Pasewang, Kecamatan Binamu, Jeneponto.
Dilanjutkan long march sekitar 3 kilometer menuju kantor DPRD Jl Pahlawan, Kecamatan Binamu, Jeneponto.
Depan gedung perwakilan rakyat tersebut massa aksi tolak RKUHP dan revisi UU KPK kembali bakar ban dan melakukan orasi.
Hingga akhirnya mereka diterima sekitar 17 dari 40 anggota DPRD Jeneponto yang telah dilantik di halaman kantor wakil rakyat tersebut.
Diketahui, untuk mengamankan aksi unjuk rasa di Jeneponto sedikitnya 282 personel gabung disiagakan.
Siswa Jeneponto Ikut Demo Bareng Mahasiswa Tolak RKUHP dan RUU KPK
Ratusan mahasiswa dari berbagai kampus di Jeneponto gelar unjuk rasa tolak RKUHP dan RUU KPK di kantor DPRD Jeneponto Jl Pahlawan, Kecamatan Binamu, Jeneponto, Jumat (27/9/2019) siang.
Tak hanya mahasiswa, aksi unjuk rasa tersebut juga diikuti puluhan Siswa yang masih berseragam pramuka.
Pantauan awak Tribun, nampak siswa maupun siswa ikut long march sejauh 3 kilometer hingga kantor DPRD Jeneponto.
Namun ada juga yang menggunakan sepeda motor dan tak pakai pelindung kepala atau helm.
Dilokasi aksipun nampak ada siswa yang video call dengan pacarnya untuk pastikam Ia lagi ikut demo.
Seorang siswa yang ditemui Fajar mengungkapkan aksinya ini untuk membantu mahasiswa menyuarakan aksi.
"Karena kita ini ingin membantu kaka-kakak mahasiswa," kata Fajar.
Sementara itu ketua Himpunan Pelajar Mahasiswa Turatea (HPMT) Herdiawan mengaku aksi para siswa merupakan spontan.
"Kami tak memanggil maupun mengajak mereka spontan ikut bersama kami berjuang menolak RKUHP dan revisi UU KPK di DPRD Jeneponto," kata pria yang akrab disapa Wawan tersebut.
Aksi ratusan mahasiswa tolak RKUHP dan revisi UU KPK di kantor DPRD Jeneponto itu diwarnai dengan aksi bakar ban bekas.
(TribunJeneponto.com)
Laporan Wartawan TribunJeneponto.com @ikbalnurkarim
Baca: Besok Ditutup! Buruan Daftar Lowongan Kerja BUMN PT Antam Tbk,Terima Fresh Graduate Lulusan 14 Prodi
Baca: Daftar Nama Pendukung Temui Presiden Jokowi di Istana Beri Masukan,Siapa Andi Gani dan Dedi Mawardi?
Baca: Sandiaga Uno Dikira Punya Mantan Istri, Siapa Dia? Sosoknya Artis Milenial dan Hadir di Tengah Demo
Baca: Anaknya Kritis Dianiaya Saat Demo, Ibu Faisal Amir Malah Ingin Bertemu dan Maafkan Pelaku, Mengapa?
Baca: Korban Rusuh Berdatangan, Tim Medis Bulan Sabit Merah di Makassar Batal Pulang
Baca: Ayu Ting Ting Ngapain Saat Syuting? Sampai Bilqis Anaknya Ogah Jadi Artis Liat Kelakuan Eks Enji
Langganan berita pilihan tribun-timur.com di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribuntimur
Follow akun instagram Tribun Timur:
Baca: Setelah Mahasiswa, Warga Bentrok dengan Polisi, Petasan Hingga Pasta Gigi Laris di AP Pettarani
Baca: Ditemukan di Semak-semak, Sepasang Kekasih Saluputti Tana Toraja Akhiri Hidupnya
Baca: TERNYATA Ini Penyebab Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly Mundur dari Kabinet Kerja Jokowi
Baca: Bebby Fey Bilang Maaf Setelah Ungkap Atta Halilintar Pelaku Pelecehan, Tak Bawa ke Ranah Hukum, Kok?
Baca: Dari New York Amerika Serikat, Wapres JK: Apa Kabar Makassar!
Baca: BREAKING NEWS: Hingga Pukul 23.29 Wita, Massa Blokade Jalan AP Pettarani
Baca: Penyebab Yasonna Laoly Mundur dari Menteri Hukum dan HAM, Bukan Karena Demo RUU KUHP dan UU KPK