CITIZEN REPORT

Korban Rusuh Berdatangan, Tim Medis Bulan Sabit Merah di Makassar Batal Pulang

Tim medis kali ini juga bekerja sama dengan relawan dari Aliansi Poltekes Makassar, Indonesian Escorting Ambulance (IEA), serta relawan mahasiswi UMI

Korban Rusuh Berdatangan, Tim Medis Bulan Sabit Merah di Makassar Batal Pulang
Dokumen BSMI Makassar
Relawan yang bertugas di posko medis yang dibuat Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI) Kota Makassar, Sabtu 27 September 2019. 

Citizen reporter
Musfirah Rahman
Relawan BSMI
Melaporkan dari Kota Makassar

Korban Rusuh Berdatangan, Tim Medis Bulan Sabit Merah di Makassar Batal Pulang

Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI) Kota Makassar untuk kedua kalinya membuka posko medis pada saat aksi mahasiswa menolak UU KPK dan RKUHP di Kota Makassar, Sabtu 27 September 2019.

Tim medis kali ini tidak hanya dari relawan BSMI, tetapi juga bekerja sama dengan relawan dari Aliansi Poltekes Makassar, Indonesian Escorting Ambulance (IEA), serta relawan mahasiswi Universitas Muslim Indonesia.

Sehingga seluruh tim yang tergabung berjumlah 32 orang.

Seusai briefing, para relawan tim medis dan nonmedis bergeser dari Markas Besar BSMI Kota Makassar menuju posko medis.

Bertempat di showroom mobil Hadji Kalla dekat jalan layang (fly over)) Jalan Urip Sumoharjo, Kota Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan.

Baca: Setelah Mahasiswa, Warga Bentrok dengan Polisi, Petasan Hingga Pasta Gigi Laris di AP Pettarani

Baca: Dari New York Amerika Serikat, Wapres JK: Apa Kabar Makassar!

Korlap tim medis BSMI Makassar Taufik Hidayat melaporkan bahwa setelah mengevaluasi kekurangan tim medis yang turun pada Rabu (25/9/2019), persiapan tim medis kali ini jauh lebih matang dan terkoordinir.

"Alhamdulillah, kami mendapat banyak tawaran orang-orang yang ingin bergabung menjadi relawan saat aksi akan berlangsung," tutur Taufik.

Relawan yang bertugas di posko medis yang dibuat Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI) Kota Makassar, Sabtu 27 September 2019.
Relawan yang bertugas di posko medis yang dibuat Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI) Kota Makassar, Sabtu 27 September 2019. (Dokumen BSMI Makassar)

Berbeda dengan aksi demo pada hari Selasa (25/9/2019) lalu yang mendatangkan banyak korban luka-luka pada siang hari hingga malam, posko medis pada Jumat (27/9/2019) tergolong sepi.

Sebab puncak aksi berlangsung menjelang magrib. Sementara posko medis telah bersiap siaga sejak siang harinya.

Namun sekira pukul 20.00 wita saat relawan mulai berbenah untuk pulang, para korban baru berdatangan.

Baca: BREAKING NEWS: Hingga Pukul 23.29 Wita, Massa Blokade Jalan AP Pettarani

Baca: TERNYATA Ini Penyebab Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly Mundur dari Kabinet Kerja Jokowi

Relawan kembali menyiapkan peralatan medis dan memberikan pertolongan pertama pada korban terdampak.

Setelah kondisi mulai normal di sekitaran fly ove, para relawan pulang kerumah-rumah masing setelah seharian berjaga di posko medis.

Pada tengah malam kemudian terdapat banyak informasi mengenai korban-korban yang terluka parah di sejumlah titik aksi demo di Makassar. (*)

Relawan yang bertugas di posko medis yang dibuat Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI) Kota Makassar, Sabtu 27 September 2019.
Relawan yang bertugas di posko medis yang dibuat Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI) Kota Makassar, Sabtu 27 September 2019. (Dokumen BSMI Makassar)
Relawan yang bertugas di posko medis yang dibuat Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI) Kota Makassar, Sabtu 27 September 2019.
Relawan yang bertugas di posko medis yang dibuat Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI) Kota Makassar, Sabtu 27 September 2019. (Dokumen BSMI Makassar)
Penulis: CitizenReporter
Editor: Jumadi Mappanganro
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved