Mahasiswa Kendari Tewas Saat Demo, PMII dan Gusdurian Palopo Tahlilan
Tidak hanya menggelar tahlilan dan doa bersama, PMII dan Gusdurian juga menyanyikan lagu kebangsaan dan shalawatan untuk kedamaian negeri sambil memba
Penulis: Hamdan Soeharto | Editor: Syamsul Bahri
TRIBUNPALOPO.COM, WARA - Puluhan kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) beserta Alumni dan pengurus GUSDURian Kota Palopo gelar Tahlilan di depan Mapolres Palopo, Jl Opu To Sappaile, Kecamatan Wara, Kota Palopo, Jumat (27/9/2019) dini hari.
Itu dilakukan sebagai rasa duka atas meninggalnya salah seorang mahasiswa di Kendari saat melakukan aksi unjukrasa.
Bakal Calon Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia Periode 2019-2023, Siapa Raja Sapta Oktohari?
6 DPRD Sulbar Asal Kabupaten Mamasa Resmi Dilantik, Berikut Nama-namanya
VIDEO: Korsleting Listrik, Satu Rumah di Malawwe Enrekang Ludes Dilalap Api
Kesan Mahasiswa Singapore Usai KKN di Kabupaten Gowa
Jenderal Moeldoko Panggil Ketua BEM UGM Atiatul Muqtadir Bos Lalu Tertawa, Najwa Shihab Saksinya
PMII Kota Palopo juga mengingatkan kepada pihak kepolisian untuk bersikap tenang dalam menghadapi situasi apapun.
Tidak hanya menggelar tahlilan dan doa bersama, PMII dan Gusdurian juga menyanyikan lagu kebangsaan dan shalawatan untuk kedamaian negeri sambil membakar lilin.

Diketahui, Randi merupakan salah satu Mahasiswa Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Haluoleo, Kendari, Sulawesi Tenggara yang tewas saat melakukan unjukrasa, Randi tewas terkena tembakan di dada kanan. (*)
Simak vidoenya.
Dioperasi, Mahasiswa Korban Demo di Palopo Terkendala Biaya Perawatan Rumah Sakit
Mahasiswa Universitas Andi Djemme (Unanda) Dodi Irawan, masih terbaring lemah di Rumah Sakit Atmedika, Kota Palopo, Rabu (25/9/2019).
Mahasiswa Teknik Sipil ini menjadi korban saat demo ricuh yang melibatkan mahasiswa dan aparat kepolisian.
Tangan kanannya harus dioperasi karena terkena sesuatu yang diduga letusan gas air mata.
Singgung Asap, Komentar Menggelitik Rocky Gerung Trisakti Rencana Beri Gelar Jokowi Putra Reformasi
Marc Klok Cedera Lagi, Bakal Turun Lawan Persipura?
Ratih Magasari Singkarru Berharap Kemajuan Argotourism Indonesia
Saat dikunjungi TribunPalopo.Com, Dodi mengaku, saat itu kondisi sedang ramai. Tiba-tiba sesuatu mengenai tangan kanannya.
"Tangan saya bocor. Keluar banyak darah, saya menyelamatkan diri lalu ke rumah sakit menggunakan ojek," jelasnya.
Saat ini Dodi dan keluarganya terkendala biaya perawatan rumah sakit.
Karena tidak ditanggung BPJS Kesehatan Dodi harus membayar Rp 7 hingga 10 juta lebih untuk biaya operasinya.
Saat dikonfimasi, Waka Polres Palopo Ade Noho mengatakan,kemarin pihaknya telah membesuk mahasiswa tersebut.