Kebakaran Hutan dan Asap Politik

Sebagian daerah di Indonesia diserang asap. Asap ini berasal dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang meluas di Kalimatan dan Sumatera.

Kebakaran Hutan dan Asap Politik
tribun timur
Staf di LAPAR Sulawesi Selatan dan Studi Politik Keamanan di Universitas Padjadjaran

Oleh: Fathullah Syahrul
Staff di LAPAR Sulawesi Selatan/ Mahasiswa Ilmu Politik di Universitas Padjadjaran

SEBAGIAN daerah di Indonesia diserang asap. Asap ini berasal dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang meluas di Kalimatan dan Sumatera. Asap tesebut bermunculan dari Riau, Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat.

Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) hingga Senin, 16 September 2019, pukul 16:00 WIB, titik panas ditemukan di Riau sebanyak (58), Jambi (62), Sumatera Selatan (115), Kalimantan Barat (384), Kalimantan Tengah (513) dan Kalimantan
Selatan (178).

Tentu kejadian ini menjadi keprihatinan kita bersama. Sebab secara umum ini dapat mengganggu kesehatan masyarakat di daerah tersebut. Mulai dari sistem pernapasan, infeksi, penglihatan, dan lain sebagainya.

Bencana yang hampir tiap tahun terjadi di Indonesia sampai hari ini belum ada pemecahan masalahnya. Padahal, pemerintah pusat sampai pemerintah daerah dan beberapa organisasi yang bergerak dalam bidang lingkungan tak kunjung mendapatkan cara yan solutif.

Salah satu masalahnya ada pada wilayah kerja sama pemerintah dengan masyarakat pada umumnya. Kesadaran akan pencemaran lingkungan yang mesti difokuskan, sebab terasa penanggulangan, pencegahan tidak begitu kuat untuk menyudahi bencana ini.

Bencana ini bak budaya yang sudah turun temurun tiap tahunnya, sehingga dibutuhkan gerakan yang solutif. Branding penanggulangan dan pencegahan sebenarnya sudah tidak relevan jika dikaitkan dengan bencana ini. Sebab, kita sudah berada pada suasana darurat.

Sehingga, cara-cara penanggulangan dan pencegahan harus diformat ulang. Mendorong masyarakat agar sadar dalam lingkungan.

Mengontrol titik-titik yang rawan kebakaran tiap harinya, bukan pada saat kebakaran lahan dan hutan sudah terjadi baru kita mengontrolnya.

Sinergitas pemerintah, masyarakat dan lembaga-lembaga yang berkaitan dengan lingkungan adalah salah satu solusi yang dapat dilakukan.

Halaman
123
Editor: syakin
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved