OPINI
OPINI - Berkah Bubur Asyura
Umat Islam disunnahkan berpuasa pada setiap hari Tasu’ah dan Asyura. Juga dianjurkan berbuka dengan menu khas yang disebut bubur Asyura.
Bubur Asyura dihidangkan dalam keadaan panas dan ada cara khusus mencicipinya, yaitu dengan mengambil sebuah sendok sedikit demi sedikit mulai dari pinggir piring atau mangkok secara memutar mulai dari arah sebelah kanan.
Baca: Peringati Harhubnas 2019, Dishub Luwu Utara Gelar Turnamen Futsal
Ini sebagai salah satu seni menyantap bubur Asyura agar terasa hangat karena makanan dan minuman berdasarkan hadis Nabi SAW tidak boleh ditiup.
Makna lain sebagai simbol sekaligus hikmahnya adalah mencontoh strategi Nabi SAW setiap berjihad, berperang dengan bergerak dari pinggir melalukan serangan secara perlahan menuju ke tengah membuat parit-parit yang menghalangi lawan.
Demikianlah juga dalam melakukan usaha, dimulai dari usaha kecil-kecilan untuk menuju usaha besar dan menjadi pengusaha sukses yang berberkah. Wallahul Muwaffiq Ila Aqwamit Thariq. (*)
Catatan: tulisan ini telah terbit di Tribun Timur edisi cetak, Sabtu (07/09/2019)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/mahmud-suyuti1_20161125_103639.jpg)