Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

OPINI

OPINI - Berkah Bubur Asyura

Umat Islam disunnahkan berpuasa pada setiap hari Tasu’ah dan Asyura. Juga dianjurkan berbuka dengan menu khas yang disebut bubur Asyura.

Tayang:
Editor: Aldy
handover
Mahmud Suyuti 

Oleh:
Mahmud Suyuti
Katib ‘Am Jam’iyah Khalwatiyah

Tiga hari mendatang, Senin-Selasa, 9-10 September 2019 bertepatan hari Tasu’ah dan Asyura. Tasu’ah menunjukkan angka sembilan dan Asyura berasal dari kata ‘asyara yang berarti angka sepuluh.

Jadi Asyura adalah hari kesepuluh Muharram bulan pertama dalam kalender tahun Hijriah.

Umat Islam disunnahkan berpuasa pada setiap hari Tasu’ah dan Asyura. Juga dianjurkan berbuka dengan menu khas yang disebut bubur Asyura.

Nabi SAW menjelaskan bahwa puasa Tasu’ah dan Asyura dapat menebus dosa satu tahun.

Hadis lain bahwa khusus untuk pahala puasa Asyura setimbang pahala 10.000 malaikat.

Ditemukan pula riwayat berupa dalil bahwa puasa Asyura sama kedudukannya menunaikan ibadah haji dan umrah, serta kelak bagi mereka di akhirat diberi kedudukan sama dengan orang mati syahid.

Selain berpuasa dan karena lantaran kemuliaan Asyura yang menawarkan berbagai kebaikan, maka bagi umat Islam sengaja memanfaatkan hari Asyura sebagai sarana mendekatkan diri kepada Allah dengan cara mengisi berbagai kegiatan untuk memperoleh kemuliaan dan keselamatan hidup serta keberkahan.

Itu tercermin dengan munculnya ritual sekaligus tradisi membelanjakan harta di jalan Allah, menyantuni anak yatim, berzikir dan doa bersama/berjamaah.

Baca: 2.052 Anak SD Ikut Khatam Quran di Masjid Agung Nurul Iman Barru

Membelanjakan harta di jalan Allah di momen Asyura fokus untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga yang umum digunakan untuk keperluan sehari-hari, misalnya alat-alat dapur dan perlengkapan masak-memasak, mulai dari belanga, piring, sendok, ember dan lain sebagainya.

Meskipun dalam pelaksanaannya ada yang berbelanja di luar dari kebiasaan umum yakni membeli pakaian baru, kulkas dan mobil baru.

Setelah Asyura atau hari kesepuluh Muharram berlalu, mereka sudah menganggap seperti hari-hari biasa saja.

Karena itu, kegiatan masyarakat muslim pada hari Asyura sering menarik perhatian oleh pihak pedagang, hampir di setiap pasar dan toko yang menyediakan peralatan rumah tangga ramai dikunjungi oleh ibu rumah tangga, kaum remaja, bapak-bapak, maupun anak-anak.

Mereka bahkan ada yang berdatangan dari tempat-tempat yang jauh dan sangat terpencil di pelosok-pelosok desa.

Dalam kegiatan tersebut mereka terkadang harus rela melakukan antrian di toko-toko maupun pasar tradisional yang menyediakan alat-alat rumah tangga.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved