Tahanan Lapas Mamasa Kedapatan Kerja Proyek, Diduga Membayar Agar Diizinkan Keluar

Menurut sumber yang tidak bersedia disebutkan namanya, Kalapas Mamasa melakukan pungutan bagi warga binaan atau tahanan

Tahanan Lapas Mamasa Kedapatan Kerja Proyek, Diduga Membayar Agar Diizinkan Keluar
semuel/tribunmamasa.com
Kalapas Kelas III Mamasa, H Sudirman Azis 

"Kalau ini dibiarkan terus maka bisa berdampak parah terhadap lingkungan hidup," ungkap Dellaganna saat dikonfirmasi, Kamis (5/9/2019) siang.

"Tapi susah juga karena mereka punya izin dari Provinsi," sambungnya.

Laporan wartawan @sammy_rexta

Langganan berita pilihan
tribun-timur.com di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribuntimur

Follow akun instagram Tribun Timur:

Silakan Subscribe Youtube Tribun Timur:

Kemarau Panjang, Kapolres Mamasa Sebar Brosur Imbau Masyarakat Tidak Bakar Lahan

TRIBUNMAMASA.COM, MAMASA - Hampir satu bulan Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat dilanda kemarau.

Beberapa pekan terakhir sejumlah hutan dan rumah di Mamasa terbakar.

Senin kemarin salah satu hutan pinus milik warga di Desa Bombonglambe, Mamasa, habis dilalap api.

Berawal dari kejadian itu, Kepala Kepolisian Resort (Polres) Mamasa AKBP Arianto mengeluarkan imbauan.

Imbauan ini disampaikan oleh pihak Polres Mamasa dalam bentuk brosur yang di sebar ke desa-desa.

"Ini sebagai upaya pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan," ungkap Arianto Rabu (4/9/2019) sore tadi.

Adapun isi imbauannya yaitu;

1. Kepada seluruh lapisan masyarakat dan pelaku usaha di bidang kehutanan, perkebunan, pertanian, dilarang membuka lahan atau land clearing dengan cara membakar.

2. Apabila menemuka titik api di lokasi lahan pemilik pribadi atau milik orang lain agar segera melaporkan kepada pemerintah setempat, instansi terkait, Polri maupun TNI untuk dilakukan pemadaman secara bersama-sama.

3. Terhadap pelaku pembakaran hutan atau lahan akan dikenakan pasal berlapis karena telah melakukan tindak pidana .

Adapun ancaman bagi pelaku pembakaran hutan yakni;

Undang-undang nomor 19 tahun 2004 tentang kehutanan

Pada pasal 50 huruf D menyebutkan, setiap orang dilarang membakar hutan dan membakar pohon.

Pasal 78 ayat 3 menerangkan, bila dengan sengaja membakar hutan, diancam pidana penjara 15 tahun dan denda 5 miliar rupiah.

Ayat 4 pasal yang sama, bahwa karena kelalaiannya membakar hutan diancam pidana penjara 5 tahun dan denda 1.5 miliar rupiah.

Undang-undang nomor 32 tahun 2009 tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup

Pada pasal 108 menerangkan, melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar diancam pidana penjara paling singkat 3 tahun dan paling lama 10 tahun.

Dan denda paling sedikit 3 miliar rupiah dan paling banyak 10 miliar rupiah.

Undang-undang nomor 39 tahun 2014 tentang perkebunan

Pada pasal 108, setiap pelaku usaha perkebunan yang membuka lahan dengan cara membakar, sebagai mana dimaksud pasal 56 ayat 1, dipidana dengan pidana penjara paling lama 10 tahun penjara dan denda 10 miliar rupiah.

KUHP Pasal 187

Dengan sengaja melakukan pembakaran hutan diancam oidana penjara 12 tahun.

Jalan Poros di Tawalian Mamasa Dikeluhkan Warga, Begini Kondisinya

Ruas jalan poros Kecamatan Tawalian, Mamasa, Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) dikeluhkan warga.

Ruas jalan yang berada tepat di Kelurahan Tawalian, menjadi keluhan warga lantaran sangat memprihatinkan.

Sementara jalan ini menghubungkan dua kecamatan antara, Kecamatan Tawalian dan Sesenapadang.

Sibuk Syuting dengan Shaheer Sheikh Ayu Ting Ting Larang Bilqis Terjun ke Dunia Hiburan, Alasannya

Dilepas Setelah OTT Camat Simbang Ngantor di Pemkab, Kejari Hanya Bilang Begini

Waspadai Penipuan Mengatasnamakan Kasi Intel Kejari Luwu Timur, Dua Pejabat Ini Hampir Jadi Korban

Kecamatan Tawalian tidak begitu jauh dari jantung kota Mamasa, hanya berjarak sekitar 5 Km.

Namun kurang lebih sepanjang 3 Km, kondisi jalan yang menghubungkan dua kecamatan ini cukup parah.

Kondisi jalan ini seperti sungai kering yang berbatu-batu. Padahal sebelumnya, konstruksi jalannya beton.

Menurut warga sekitar Irma, bahwa hanya beberapa tahun setelah dibeton, konstruksi beton sudah mulai rusak.

"Berapa tahun ji dinikmati, selebihnya bikin setengah mati," kata Irma Rabu (4/9/2019) siang.

Kerikil badan jalan sudah terlepas dan jalan sudah berlubang.

Waspadai Penipuan Mengatasnamakan Kasi Intel Kejari Luwu Timur, Dua Pejabat Ini Hampir Jadi Korban

Motivasi Maba UMI 2019, Kepala LLDikti IX: Kalian Beruntung Masuk PTS Terbaik

Andre Rosiade Sebut Sandiaga Balik ke Gerindra, Muluskan Sahabat Anies Maju Pilpres 2024?

"Iya karena sudah lubang-lubang, kerikilnya sudah terlepas dari temboknya," kata Irma.

Senada itu, Demma juga mengeluhkan kondisi jalan tersebut.

Menurut Demma, jalan itu bukan lagi jalan tetapi lebih layak disebut sungai kering.

"Ini bujan jalan tapi sungai kering, kerikilnya terhambur," keluh Demma.

Baik Irma maupun Demma, mereka berharap agar jalan tersebut menjadi perhatian pemerintah.

Laporan wartawan @sammy_rexta

Langganan berita pilihan
tribun-timur.com di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribuntimur

Follow akun instagram Tribun Timur:

Silakan Subscribe Youtube Tribun Timur:

Penulis: Semuel Mesakaraeng
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved