Dilepas Setelah OTT Camat Simbang 'Ngantor' di Pemkab, Kejari Hanya Bilang Begini

Keduanya terjaring OTT, gegara diduga kuat terlibat pungutan liar (pungli), dalam pembuatan akta jual beli tanah.

Facebook
Camat Simbang, Muhammad Hatta, Jumat (30/8/2019). 

TRIBUN-MAROS.COM, SIMBANG - Kepala Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri (Kejari) Maros, Dhevid Setiawan, mengatakan pihaknya masih melakukan penyidikan, pasca Operasi Tangkap Tangan (OTT) Camat Simbang, Muhammad Hatta.

Hatta sebelumnya terjaring OTT bersama stafnya bernama Sofyan, pada Rabu (28/8/2019) lalu.

Keduanya terjaring OTT, gegara diduga kuat terlibat pungutan liar (pungli), dalam pembuatan akta jual beli tanah.

Hatta dan Sofyan, bahkan kini telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejari Maros.

Waspadai Penipuan Mengatasnamakan Kasi Intel Kejari Luwu Timur, Dua Pejabat Ini Hampir Jadi Korban

Andre Rosiade Sebut Sandiaga Balik ke Gerindra, Muluskan Sahabat Anies Maju Pilpres 2024?

Live Trans7: Jadwal MotoGP 2019 Sirkuit Misano San Marino, Menanti Pertarungan Marquez & Alex Rins

"Kasusnya masih penyidikan, ini kami intens lakukan pemeriksaan dan pengembangan perkara," kata Dhevid Setiawan, kepada tribun-maros.com, Rabu (4/9/2019).

Dhevid bahkan mengaku, ia beserta penyidik lainnya, bekerja siang malam memeriksa sejumlah saksi.

Tujuannya kata dia, melengkapi alat bukti yang akan dipakai di pengadilan nantinya.

Sementara itu, terkait Camat Simbang yang masih berkativitas, Dhevid enggan berkomentar banyak.

"Mengapa si tersangka masih aktif dan beraktivitas, silahkan ditanyakan ke instansi asalnya di Pemkab Maros," ujarnya.

Ruang kerja Camat Simbang  disegel oleh Kejari Maros
Ruang kerja Camat Simbang disegel oleh Kejari Maros (amiruddin/tribun-timur.com)

Hatta hingga saat ini memang diketahui belum juga ditahan, meski telah ditetapkan sebagai tersangka, pada Jumat (30/8/2019) lalu.

Halaman
123
Penulis: Amiruddin
Editor: Ansar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved