Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

OPINI

OPINI - Antara Larangan Bertanya dan Teguran Berimajinasi

Penulis adalah Mahasiswa Jurusan Ilmu AL-Quran dan Tafsir UIN Alauddin Makassar

Editor: Aldy
tribun timur
Mahasiswa UIN Alauddin Makassar, Jurusan Ilmu Al-Quran dan Tafsir 

Lain halnya pada anak-anak sekarang yang ketika berimajinasi seperti mengikat plastik di punggungnya dan berlarian sambil melompat. Yaa... dugaannya mirip dengan superman yang sedang terbang.

Terlebih kalau berada diatas kursi dan membayangkan dirinya sedang naik pesawat. Sungguh, imajinasi yang amat kedengaran liar.

Namun sayangnya, kadang orangtua bukannya mengembangkan imajinasi yang ada, eh malah membungkam kebiasaan tersebut dengan menertawai anak.

Bahkan ada yang tega memarahi anak jikalau melakukan sesuatu yang tidak sepantasnya terjadi di dunia nyata.

Contohnya ketika anak yang sedang mewarnai langit dengan warna ungu, maka sebagian orangtua tak segan menegur bahwa langit itu warnanya biru.

Padahal sebagai anak-anak, imajinasi mereka perlu dibebaskan karena jika tidak jelas ini sangat berpengaruh pada kinerja otak seorang anak yang merasa dibatasi.

Padahal kalau kita tengok pada penemuan besar, dulunya berangkat dari rasa ingin tahu dan imajinasi yang amat superliar.

Mungkin kita bisa kembali flashhback pada masa kecil yang tidak asing lagi mengenai film karton Rudy Tabootie (CalkZone) yang menceritakan tentang bocah kecil yang memiliki kapur ajaib, kapur yang digunakan untuk menggambar di udara dan berubah menjadi bentuk nyata. Siapa sangka?

Baca: Satpol PP Luwu Timur Segel 12 THM di Tomoni dan Mangkutana

Dari imajinasi yang hebat inilah, rupanya produk yang dikembangkan oleh wobbleworks dengan prinsip printer 3d hampir sama dengan sejenis kapur ajaib milik Ruddy Tabootie, hingga alat tersebut bisa kita gunakan untuk membentuk sebuah karya 3dimensi, dan itu lagi lagi karena imajinasi.

Sama halnya ketika kita mengingat kembali Film Rudy Habibie yang ketika Rudy kecil mempertanyakan sebuah balon pada ayahnya dan bertanya tentang mengapa balon bisa terbang.

Dan pada akhirnya, dari sanalah Rudy Habibie terinspirasi dalam menciptakan pesawat terbang.

Begitupun dengan Siir Isaac Newton yang ketika menyaksikan proses jatuhnya buah apel dari pohonnya, lantas dibenaknya pun muncul sebuah pertanyaan “Kenapa buahnya bisa jatuh? Dan kenapa harus jatuh ke arah bawah?”

Dan dari pertanyaan inilah yang membuat kita mengenal akan adanya gaya gravitasi bumi.

Lantas bagaimana jadinya jikalau dua kebiasaan anak anak ini (bertanya dan berimajinasi) dibungkam oleh orang tua?

Entah itu karena kemalasan orang tua dalam menjawab setiap pertannyaan anak ataupun ketelitian orangtua yang tidak ingin anaknya tenggelam dalam imajinasi.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Berita Populer

Cinta dan Syukur

 

Cinta dan Syukur

 
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved