Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

OPINI

OPINI: Cegah  Air Minum Botol Kemasan ke Stadion  

Saya melihat di denah stadion, posisi duduk itu ternyata berada pada deretan kedua dari pinggir lapangan. Wow.

Tayang:
Penulis: CitizenReporter | Editor: Ansar
tribun pontianak
ilustrasi PSM Makassar vs Persija 

Petugas pintu akhirnya membolehkan kami membawa masuk air minuman kemasan itu dengan catatan. 

Termasuk beberapa teman reporter yang membawa kamera syuting bisa lolos setelah diberi pengertian dengan menggunakan bahasa “internasional”, isyarat.  

“Anda boleh bawa minumannya, tetapi tolong buka penutupnya,” katanya dengan bahasa Italia yang kami tangkap dari gerak tangan dan gestur tubuhnya.

Tidak ada pilihan lain, semua teman yang membawa minuman di botol harus mengikuti perintah petugas pintu,  Di bawah plototan mata mereka, kami masing-masing membuka penutup botol air minum mineral yang masih “perawan” itu.

Mudah kita tebak, mengapa petugas pintu memaksa kami membuka penutup botol air minum mineral tersebut.

Pertama, jika penonton berulah karena kesebelasan kesayangannya kalah, air minuman di dalam botol itu jika dilemparkan tidak akan terbang jauh-jauh.

Bedanya Gaya Gibran Rakabuming saat Tunggangi Motor Royal Enfield Harga Rp 98 Juta, Laki Banget!

Lowongan Kerja Lulusan SMA SMK - PT Petrokimia Gresik Terima Karyawan, Daftar Online, Sisa 4 Hari

Digugat Mantan Pacar Rp 408 Juta karena Putus, Wanita Ini Balik Tuntut Biaya Air Minum dan Sewa WC

Kedua, penonton dipaksa harus minum habis air tersebut sebelum   tumpah karena jatuh misalnya.

Bagaimana dengan penonton kita di Indonesia? Adakah dilakukan pemeriksaan seperti ini? Petugas pintu hanya memeriksa penonton yang memiliki tiket atau tidak, sementara bawaannya mungkin tidak pernah digeledah sama sekali.

Akibatnya, ketika penonton yang merasa dirugikan tim kebanggaan dan mulai tidak terkendali, botol-botol dan bawaannya yang sudah dipersiapkan untuk melakukan aksinya “ambil bagian”. 

Dalam banyak aksi keributan pertandingan sepakbola di Indonesia yang bersumber dari penonton, pemicu awalnya adalah penonton yang melempar.

Yang dilempar itu kebanyakan botol air minum kemasan dan batu atau kayu yang sengaja dibawa penonton dan tidak terjaring pemeriksaan petugas pintu. 

Ke depan, selain dilakukan pemeriksaan ketat di pintu masuk, juga harus disosialisasikan lebih awal melalui media mengenai larangan membawa barang-barang ini ke stadion. 

Di pintu-pintu masuk pun ditempel pengumuman larangan itu.

Petugas pintu juga melalui pelantang (pengeras suara) juga terus mengingatkan penonton tentang larang membawa barang yang berpotensi digunakan untuk melampiaskan amarah penonton tersebut.

Mungkin tindakan preventif terhadap bawaan penonton ini sama sekali tidak akan menghilangkan aksi anarkis penonton.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved