OPINI

OPINI - Penerapan Bagi Hasil Syariah Sewa Menyewa

Bagi hasil dan bunga mempunyai banyak perbedaan, namun masyarakat menganggap itu sama saja padahal terdapat banyak perbedaan.

OPINI - Penerapan Bagi Hasil Syariah Sewa Menyewa
tribun timur
Mahasiswa Pascasarjana UIN Alauddin Makassar

Oleh :
Rismawati
Mahasiswa Pascasarjana UIN Alauddin Makassar

Bagi hasil merupakan upaya untuk mencapai kemaslahatan umat yang berdasar dengan prinsip syariah.

Bagi hasil dan bunga mempunyai banyak perbedaan, namun masyarakat menganggap itu sama saja padahal terdapat banyak perbedaan.

Setelah memperoleh keuntungan usaha (laba), laba (profit) akan dibagikan sesuai kesepakatan pihak yang terlibat dengan usaha tersebut yaitu Shahibul Mal (pemilik modal) dan Mudarib (pengusaha).

Begitu juga sebaliknya, dan bila usaha mengalami kerugian maka akan ditanggung bersama secara adil.

Namun jika ada salah satu pihak hanya bisa mendapat keuntungan dan terbebas dari resiko rugi, berarti terdapat kezaliman dalam akad tersebut.

Pendapatan yang diperoleh dalam bagi hasil bersifat dinamis (mudah berubah) sesuai dengan keadaan usaha.

Keuntungan didapatkan dari persentase keuntungan bersih dan bukan dari modal. Besarnya persentase tergantung kesepakatan antara kedua belah pihak.

Pembagian keuntungan dianggap sah apabila seluruh modal investor telah kembali seutuhnya.

Baca: Stand Ekspo Solidaritas Konservasi Alam Sulbar Sajikan Edukasi Masyarakat

Bagi hasil untuk kemaslahatan umat dengan prinsip syariah, dan prinsip syariah yaitu meliputi keadilan, maslahah dan keseimbangan, dan tidak melakukan transaksi yang mengandung kezaliman.

Halaman
123
Editor: Aldy
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved