Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

OPINI

OPINI - IYL yang Saya Kenal

Ia layak disebut tokoh pendidikan nasional. Sebab ia adalah pelopor sekolah gratis dan pelopor Sistem Kelas Tuntas Berkelanjutan (SKTB)

Editor: Aldy
zoom-inlihat foto OPINI - IYL yang Saya Kenal
Facebook
Fajlurrahman Jurdi

Oleh:
Fajlurrahman Jurdi
Dosen Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin

Tubuhnya kurus. Wajahnya tirus. Langkahnya tegap. Persahabatannya erat. Sikapnya ramah.

Gagasannya melampaui tubuh politiknya. Itulah Ichsan Yasin Limpo (IYL), mantan Bupati Gowa dua periode yang saya kenal.

Ia layak disebut tokoh pendidikan nasional. Sebab ia adalah pelopor sekolah gratis dan pelopor Sistem Kelas Tuntas Berkelanjutan (SKTB) di Sulawesi Selatan.

Terobosannya ini kemudian diikuti banyak daerah lain sekaligus mendapat apresiasi dari Kementerian Pendidikan Nasional.

Ichsan adalah politisi yang matang sekaligus memiliki visi masa depan yang smart. Saat memimpin Kabupaten Gowa sebagai bupati, memulai dari tahap ‘refleksi’.

Yang dimaksud tahap refleksi adalah, ia mendorong basis penting dari sebuah bangsa yakni sumber daya manusia (SDM).

Saya mungkin bukan orang yang mengenal dekat dengannya. Tetapi kebetulan orang-orang dekatnya merupakan teman dan kawan diskusi saya.

Dari merekalah sebagian saya tahu tentang lelaki yang akrab disapa Punggawa ini.

Baca: Bersama Global Qurban-ACT Redam Duka Penyintas Gempa

Maka tulisan ini tidak akan bisa mendalami IYL secara lebih subtil. Tulisan ini hanya mampu mendedah aspek luar dari sosok ayah empat anak ini yang jelas tidak mewakili siapapun.

Kepergiannya meninggalkan luka bagi banyak orang. Tak hanya bagi masyarakat Kabupaten Gowa yang pernah merasakan sentuhan tangannya.

Itu bisa terlihat dari berbagai lini media sosial yang banyak memasang foto IYL dan turut mengucapkan belasungkawa saat itu tersiar kabar Ichsan meninggal di Jepang, Selasa (30/7/2019) pagi.

Lelaki yang akrab disapa Ongkeng ini meninggal saat sedang menjalani perawatan medis di Juntendo University Hospital, Tokyo.

Ia telah pergi, meninggalkan jejak yang tak terlupakan, menanam pohon masa depan, membangun Gowa dengan caranya yang berbeda.

Yang mengesankan pula, IYL dikenal ringan tangan pada sahabat-sahabatnya. Ia selalu mencarikan jalan keluar jika ada masalah.

Halaman
123
Sumber: Tribun Timur
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved