OPINI

Perpustakaan Penentu Golden Age of Islam

Perpustakaan bisa diakses 24 jam atau sampai jam 12 malam. Terdapat meja dan ruang-ruang untuk diskusi serta desain ruang dan tempat yang nyaman.

Perpustakaan Penentu Golden Age of Islam
dok. pribadi
Andi Ahmad Yani PhD, Dosen Fisipol Unhas 

Andi Ahmad Yani
Dosen Fisipol Unhas

Pesatnya kemajuan pengetahuan peradaban Islam tidak bisa dilepas dari keberadaan perpustakaan yang bernama Bayt Al-Hikmah. Perpustakaan ini dibangun oleh Abu Ja’far al-MansÅ«r, Khalifah II Abbasiyah, 712 hingga 775 M.

Abu Ja'far dikenal sebagai khalifah yg haus atas ilmu. Pada masa hidupnya, beliau mengumpulkan banyak dokumen dan buku kajian keagamaan, filsafat, dan pengetahuan umum (matematika, astronomi, dan kedokteran).

Khalifah Abu Ja'far ini kemudian dikenal sebagai pioner pengembangan ilmu pengetahuan di jazirah Arab kala itu.

Bermula dari kesenangan mengumpulkan dokumen dan buku-buku serta terjemahan, kemudian semakin berkembang koleksinya dan menjadi besar terhimpun dalam gedung yang kemudian dikenal sebagai Bayt Al Hikmah.

Khalifah Abu Ja'far membuat kebijakan untuk menerjemahkan sebuah buku dari Yunani, China, dan India menjadi Bahasa Persia.
Dengan mengadopsi teknologi kertas yang ditemukan China, maka upaya memperbanyak koleksi buku dan dokumen Bayt Al Hikmah semakin besar.

Dalam beberapa catatan sejarah, perpustakana ini menyediakan ruangan besar tempat orang bisa membaca semua koleksi, meminjam, dan menerjemahkan semua buku-buku asing. Hasil terjemahan kemudian dicetak ulang dan didistribusi ke perpusatakaan-perpustakaan lain di Mesir, Maroko, bahkan sampai ke Cordoba (Spanyol).

Bukan hanya itu, perpustakaan ini juga menyediakan sebuah bagian khusus koleksi peta dan menyalin peta-eta dari bangsa-bangsa lain.
Lengkapnya koleksi buku dan manuskrip Bayt Al-Hikmah ini diakui oleh banyak ilmuan sejarah. Konon karya-karya asli ilmuan-ilmuan dunia seperti Pythagoras, Plato, Aristotle, Hippocrates, Euclid, Plotinus, Galen, Sushruta, Charaka, Aryabhata, dan Brahmagupta menjadi koleksi Bayt Al-Hikmah.

Lengkapnya koleksi perpustakaan menjadi nyawa utama perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi masa itu. Semua ilmuan dari berbagai belahan dunia berkumpul dan berbagi serta berkolaborasi masa itu. Berbagai penemuan2 baru bermunculan menandakan Golden Age of Islam kala itu.

Sayang sekali Bayt Al-Hikmah ini kemudian hancur seiring jatuhnya Baghdad oleh Mongol yang kala itu dipimpin oleh Hulagu (cucu Genghis Khan).

Halaman
12
Editor: syakin
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved