Peniliti Ini Ungkap Sejarah Migrasi Masyarakat Enrekang ke Parepare di Preevent Makassar Biennale

Hal itu disampaikan dalam diskusi Preevent Makassar Biennale di Baruga Rujab Walikota, Jl Lasiming, Kecamatan Ujung, Kota Parepare, belum lama ini.

Peniliti Ini Ungkap Sejarah Migrasi Masyarakat Enrekang ke Parepare di Preevent Makassar Biennale
Dok. Sunardi
Peneliti Sunardi Purwanda 

TRIBUNPAREPARE.COM, UJUNG - Peneliti asal Parepare Sunardi Purwanda membeberkan seluk-beluk sejarah migrasi masyarakat Enrekang ke Parepare.

Hal itu disampaikan dalam diskusi Preevent Makassar Biennale di Baruga Rujab Walikota, Jl Lasiming, Kecamatan Ujung, Kota Parepare, belum lama ini.

Polisi Mulai Dalami Caleg Barru Terpilih yang Diduga Gunakan Ijazah Palsu

Sampah Berserakan di Halaman Kantor Bupati Jeneponto Hingga di Poros Jeneponto ke Bantaeng

Menurut Sunardi, faktor pendorong yang menjadi kunci keberlangsungan migrasi dari Enrekang ke Parepare adalah lahirnya konflik antar kelompok di daerah Enrekang.

"Itulah yang menjadikan masyarakat Enrekang mencari tempat yang lebih aman," paparnya dalam rilis yang diterima TribunParepare.com, Rabu (10/7/2019).

Saat konflik berlangsung, beber Sunardi, kerugian yang dialami masyarakat cukup beragam. Mulai dari pembunuhan, perampasan dan pembakaran hasil baraba (perkebunan), pencurian ternak, pembakaran bola (rumah), dan kerugian akibat tidak leluasa menjual hasil pertanian di pasar.

Akibat kondisi keamanan yang kacau tersebut, berdampak terhadap perekonomian yang tidak stabil, yang ditandai dengan putusnya akses keamanan arus barang dari desa ke kota. Begitupun sebaliknya.

"Hal itu juga membuat sebagian masyarakat berpikir untuk tidak lagi bekerja di lahan pertanian," jelas Sunardi.

Ia menegaskan, alasan keamanan sangat memengaruhi tingkat ekonomi masyarakat di Enrekang, terutama yang bekerja sebagai petani. Para petani tidak memiliki kesempatan untuk mengolah tanah pertaniannya secara aman.

"Terancamnya keamaman di Enrekang dipicu oleh hadirnya beberapa gerombolan. Di antaranya, DI TII, Gerombolan Pampang dan TNI Abangan," pungkas Sunardi.

Peneliti Sunardi Purwanda
Peneliti Sunardi Purwanda (Dok. Sunardi)

Ia menambahkan, ada tiga gelombang besar migrasi masyarakat Enrekang ke Parepare yang pernah terjadi, yaitu pada tahun 1950-an, 1960-an, dan 1970-an. Ketiga gelombang ini masing-masing disebabkan oleh alasan keamanan, ekonomi, dan pendidikan.

"Khusus untuk tahun 1950-an, gelombang arus besar terjadi sebab ada alasan keamanan yang sangat kuat hingga mendorong masyarakat untuk bermigrasi," pungkas Sunardi. (TribunParepare.com)

Laporan Wartawan TribunParepare.com, @herysyahrullah

Langganan Berita Pilihan 
tribun-timur.com di Whatsapp 
Klik Tautan Ini http://bit.ly/watribuntimur

Follow akun instagram Tribun Timur:

Silakan Subscribe Youtube Tribun Timur:
Penulis: Hery Syahrullah
Editor: Syamsul Bahri
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved