Dahnil: Sidang Sengketa Pilpres 2019 Ungkap Pemufakatan Curang yang Terstruktur, Sistematis & Masif

Dahnil Anzar Simanjuntak: Sidang Sengketa Pilpres 2019 Ungkap Pemufakatan Curang yang Terstruktur, Sistematis & Masif

Dahnil: Sidang Sengketa Pilpres 2019 Ungkap Pemufakatan Curang yang Terstruktur, Sistematis & Masif
KOMPAS.COM
Koordinator juru bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Dahnil Anzar Simanjuntak saat ditemui di media center pasangan Prabowo-Sandiaga, Jalan Sriwijaya I, Jakarta Selatan, Senin (4/2/2019). (KOMPAS.com/KRISTIAN ERDIANTO) 

Dahnil Anzar Simanjuntak: Sidang Sengketa Pilpres 2019 Ungkap Pemufakatan Curang yang Terstruktur, Sistematis & Masif

TRIBUN-TIMUR.COM - Koordinator Juru Bicara BPN, Dahnil Anzar Simanjuntak menyebut sidang pemilihan presiden di Mahkamah Konstitusi (MK) telah membuktikan adanya pemufakatan kecurangan yang dilakukan kubu Joko Widodo-Ma'ruf Amin.

"Bagi kami Pak Prabowo, Pak Sandi, sebagai prinsipal, ada fakta pemufakatan curang yang terstruktur, sistematis, dan masif," kata Koordinator Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional ( BPN) Prabowo-Sandiaga Uno, Dahnil Anzar Simanjuntak, dalam jumpa pers di Jakarta, Senin (24/6/2019).

Baca: Video Viral! Lawan Malaysia, Indonesia Dicurangi Wasit di Final Malaysia International Series 2019

Baca: Lomba Burung Berkicau Meriahkan HUT ke-73 Bhayangkara di Mamuju

Dahnil Anzar Simanjuntak menjelaskan, pemufakatan curang ini bisa dilihat dari pelatihan saksi yang digelar Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf.

Caleg PBB yang mengaku mengikuti pelatihan saksi itu, Hairul Anas Suaidi, dihadirkan oleh kubu Prabowo-Sandi sebagai saksi di sidang MK.

Di hadapan hakim MK, Hairul Anas pun mengungkapkan sejumlah upaya kecurangan yang diajarkan dalam pelatihan itu.

Baca: Bagi Kartu Caleg, Kades Lonrong Disidang di Pengadilan Bantaeng

Baca: Akhirnya Mahfud MD Menanggapi Kesaksian Ponakannya, Hairul Anas Terkait Kecurangan di Pilpres 2019

"Pertama, dalam training 01 ada statement pengajaran yang menunjukkan ada pemufakatan curang. Narasi dan diksi kecurangan bagian dari Demokrasi," kata Dahnil mengulang keterangan Hairul Anas di persidangan.

Menurut Hairul Anas, pernyataan kecurangan bagian dari Demokrasi itu disampaikan oleh Wakil Ketua TKN yang juga Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko.

Lalu, ada juga sejumlah statement lain yang disampaikan Sekretaris TKN Hasto Kristiyanto dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

"Ada statemnet untuk apa aparat netral yang disampaikan Pak Ganjar. Lalu ada juga yang disampaikan Pak Hasto, bahwa 02 harus dilabeli dengan istilah radikal, islam garis keras, ekstrimis, pro khilafah," kata Dahnil.

Koordinator juru bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Dahnil Anzar Simanjuntak saat ditemui di media center pasangan Prabowo-Sandiaga, Jalan Sriwijaya I, Jakarta Selatan, Senin (4/2/2019). (KOMPAS.com/KRISTIAN ERDIANTO)
Koordinator juru bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Dahnil Anzar Simanjuntak saat ditemui di media center pasangan Prabowo-Sandiaga, Jalan Sriwijaya I, Jakarta Selatan, Senin (4/2/2019). (KOMPAS.com/KRISTIAN ERDIANTO) (KOMPAS.COM)
Halaman
1234
Editor: Hasrul
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved