Video Detik-detik Turbulensi Pesawat, Pramugari Terlempar ke Langit-langit Pesawat Kena Kabin
Transportasi penerbangan tengah populer sebagai transportasi tercepat untuk sampai ke tujuan. Namun ada juga hal yang mengerikan dari perjalanan me
Video Detik-detik Turbulensi Pesawat, pramugari Terlempar ke Langit-langit pesawat Kena Kabin
TRIBUN-TIMUR.COM - Transportasi penerbangan tengah populer sebagai transportasi tercepat untuk sampai ke tujuan.
Namun ada juga hal yang mengerikan dari perjalanan menggunakan pesawat.
Apapun bisa terjadi, salah satunya turbulensi.
Seperti yang dialami oleh awak dan penumpang pesawat maskapai ALK Airlinedalam penerbangan dari Kosovo menuju Swiss pada Minggu (16/6/2019) lalu.
Seorang penumpang bernama Morjeta Basha sempat merekam kejadian itu dalam sebuah video yang memperlihatkan penumpang lain berteriak setelah pesawat Boeing 737-300 itu terguncang akibat turbulensi.
Baca: Raja Thailand Vajiralongkorn Berusia 66 Tahun Nikahi Eks Pramugari, Lihat Wajah Cantik Sang Istri
Baca: Kabar Buruk, Pilot & Pramugari Garuda Indonesia Mau Mogok Kerja dan Penjelasan Resmi Pembantu Jokowi
Baca: Cerita Pramugari Cantik Gemetaran Saat Soekarno Nyatakan Cinta, Utarakan 1 Syarat Saat Beri Jawaban
Dilaporkan Channel News Asia Rabu (19/6/2019), pesawat kemudian tiba-tiba terguncang sehingga pramugari ALK Airline beserta kereta makanan terlempar ke langit-langit.
Sementara penumpang perempuan yang duduk di lorong tersiram minuman yang ada di kereta seraya tangannya mengepal dan berdoa di tengah guncangan.
Berdasarkan situs penerbangan AeroInside, pesawat bernomor VBB-7205 itu membawa sekitar 121 orang dan berada di Tyrol Selatan sebelum mendarat di Basel.
Cek Video detik-detik mengerikan itu:
Sekitar 30 menit jelang mendarat, pesawat itu mengalami turbulensi karena mencoba menghindari sel badai petir yang terisolasi.
Saat itulah pramugari terlempar ke langit-langit. Tak terkecuali kereta makanan yang dibawanya.
Basha berujar, dia yakin mereka bakal mati.
"Orang-orang mulai menangis dan menjerit. Pramugari sampai terlempar. Ada sebagian penumpang yang terkena air panas. Saat itu, saya yakin kami bakal mati," ucap Basha kepada 20 Minuten.
Dia mengungkapkan suaminya adalah salah satu yang terkena air panas.
Meski terguncang hebat, kru kabin berusaha tenang dan meminta penumpang tidak panik.
Untungnya, pesawat bisa mendarat dengan selamat.
Baca: Sidang Pembunuhan Aldama Mahasiswa ATKP Makassar Digelar Senin Depan
Baca: FKPT Sulbar Gelar Rembuk Aparatur Kelurahan dan Desa, Ini Dibahas
Baca: Bantuan Korban Banjir di Wajo Tak Merata, Masyarakat Tonronge Mengeluh
Sebanyak 10 penumpang langsung dilarikan ke rumah sakit setelah mengalami luka ringan.
Sekitar 2,5 jam kemudian, pesawat itu kembali lepas landas untuk melakukan perjalanan pulang.
"Mereka berkata bahwa segalanya bakal baik-baik saja," kata Basha.
Berdasarkan AeroInside, ALK Airlines melaporkan tanda sabuk pengaman langsung menyala sebelum insiden karena kru kabin sudah memperkirakan bakal terjadi turbulensi.
Pramugari meninggal di pesawat
Sementara itu, seperti diberitakan Wartakotalivelcom sebelumnya, penerbangan Hawaiian Airlines dari Honolulu ke Kota New York terpaksa dialihkan ke San Francisco karena awak kabin meninggal dunia.
Diwartakan Fox News, Jumat (25/1/2019), insiden itu terjadi pada Kamis (24/1/2019) malam setelah kru pesawat mengalami serangan jantung mendadak.
Juru bicara Bandara San Francisco Doug Yakel mengatakan, tim medis juga telah berupaya melakukan CPR dalam penerbangan.
Laporan dari USA Today menyebutkan, Hawaiian Airlines mengonfirmasi bahwa pramugari itu bernama Emile Griffith.
Baca: 50 Janda Baru di Tana Toraja, Ini Penyebabnya
Baca: Bakal Dijadikan Pusat Kuliner, Bangunan Depan Istana Kedatuan Luwu Bakal Dibongkar
Baca: BREAKING NEWS: Warga Desa Tallu Banua Utara Majene Segel Kantor Desa, Ini Masalahnya
"Kami berterima kasih kepada rekan-rekan Emile dan orang baik di pesawat yang berada di sisinya dan memberikan bantuan medis," demikian pernyataan dari manajemen Hawaiian Airlines.
Maskapai kemudian menjadwalkan kembali penerbangan bagi penumpang dan diberikan kompensasi.
Salah seorang penumpang bernama Andrea Bartz mengatakan, kru membuat pengumuman di pesawat untuk meminta siapa pun yang berprofesi sebagai dokter agar menuju ke kursi kelas satu.
Dokter itu kemudian memberikan penanganan keadaan darurat medis kepada awak kabin.
"Begitu banyak dokter yang maju ke depan dan petugas polisi naik setelah pesawat mendarat," kicauanya di Twitter.
Namun, menurut keterangannya, banyak penumpang lain yang mengeluhkan maskapai memainkan musik ukulele selama keadaan darurat itu.
"Hawaiian Airlines memainkan musik ukulele atau nyanyian tradisional seperti saat akan terbang dan mendarat," kicaunya.
"Saya ingin bilang, itu tidak membuat siapa pun lebih tenang," imbuhnya.
Baca: Bupati Pinrang Irwan Hamid Buka Bimbingan Manasik Haji 2019
Baca: Hasil dan Video Cuplikan Gol Argentina vs Paraguay Tanpa Pemenang, Messi Cuma Cetak 1 Gol
Baca: Kader PKK Parepare Diajak Kembangkan Wirausaha, Ini Tujuannya
Tumpahkan minuman ke CEO
Masih terkait pramugari, seperti diberitakan Wartakolive.com beberapa waktu lalu. Pengalaman buruk saat menjalani tugas atau pekerjaan dialami seorang pramugari American Airlines.
Maddie Peters, seperti diwartakan NBC News pada Rabu (10/4/2019), saat itu sedang melayani penerbangan dari Phoenix menuju Dallas, dengan penumpang istimewa yaitu sang CEO Doug Parker.
Ketika menjalankan tugasnya, pramugari tersebut tak sengaja menumpahkan nampan minuman kepada pemimpin perusahaan penerbangannya yang mempekerjakannya.
"Kami tahu dia akan berada dalam penerbangan dan kami harus bersikap terbaik," kata Peters, mengisahkan kembali pengalamannya yang terjadi pada Kamis lalu.
Baca: Datun Kejari Luwu Timur Sebar Spanduk Layanan Aduan Suami Nikah Lagi
Baca: Pengurus Yayasan Klenteng Kwan Kong Makassar Bahas Literasi Media Sosial dan Bahaya Hoaks
Baca: Buka Restoran Bareng, Netizen Ribut Siapa yang Cocok Jadi Tukang Parkir Kaesang atau Chef Arnold
Insiden itu berawal ketika perempuan berusia 28 tahun tersebut menawarkan minuman kepada penumpang di kelas satu.
Namun, seseorang di lorong yang berada di depannya tiba-tiba berhenti berjalan dan mengambil langkah mundur.
Seketika nampan berisi minuman yang dibawanya terbang dan mengenai Parker.
"Saya ingin mati di sana," ujarnya.
"Saya dipecat?"
Bukannya mendapat sambutan kemarahan, Peters justru memperoleh tawa lebar dari sang CEO.
Untuk menenangkan karyawannya itu, Parker kemudian mengunjungi area dapur untuk meyakinkan Peters.
"Saya bertanya kepadanya, 'Apakah saya dipecat?' dan dia berkata, 'Tentu saja tidak'," katanya.
"Ketika dia turun dari pesawat, dia bilang kalau tidak akan melupakan saya. Tebak, itu bukankah hal baik?" tuturnya.
Melansir dari Dallas News, sang CEO memang memperkenalkan dirinya kepada staf ketika naik pesawat. Tapi dia mendapatkan rasa hormat yang lebih ketika menangani insiden dengan Peters.
Parker bahkan berfoto dengan Peters, yang kemudian diunggah pada akun Instagram pramugari tersebut.
"Kisah yang terlalu bagus untuk tidak diceritakan," kata Peters.
Update info terbaru tentang Tribun Timur dengan Subscribe channel YouTube kami:
Sebagian artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Kena Turbulensi, Pramugari ALK Airlines Terlempar ke Langit-langit Pesawat"