Danny Pomanto Titip Persoalan Ini ke Pj Wali Kota Makassar

Danny berpesan, mengurus PKL di Makassar harus dilakukan dengan cara yang baik, tanpa menimbulkan gesekan dengan para pedagang.

Danny Pomanto Titip Persoalan Ini ke Pj Wali Kota Makassar
Fahrizal/Tribun Timur
Wali Kota Makassar, Mohammad Ramdhan Pomanto. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Masa jabatan Wali Kota Makassar, Mohammad Ramdhan Pomanto tinggal menghitung hari.

Per 8 Mei 2019 mendatang, pri yang akrab disapa Danny Pomanto ini akan melepas jabatan bersama wakilnya Syamsu Rizal MI alias Deng Ical.

Mereka akan digantikan oleh Penjabat (Pj) Wali Kota Makassar, yang saat ini sudah diusulkan oleh Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah ke Kemendagri.

Baca: Kemenristekdikti Banyak Temukan Usulan Guru Besar yang Riset Jiplakan, Ali Gufron: Hindari Plagiat

Baca: Beredar Kabar 4 Anak Amien Rais Termasuk Hanum Rais Gagal di Pileg, ini Fakta Sebenarnya

Ketiga kandidat yang diusulkan tersebut yakni, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Sulsel Sulkaf S Latief, Kepala Balitbangda Sulsel Iqbal S Suhaeb, dan Plt Kepala Bapenda Sulsel Denny Irawan.

Dari sekian banyak pekerjaan yang belum dibereskan Danny Pomanto selama lima tahun, Ia menitip ke Pj Wali Kota untuk fokus ke persoalan pedagang kaki lima (PKL).

"Kaki lima dululah, karena itu menyangkut rakyat banyak. Pertumbuhan ekonomi itu memicu munculnya kaki lima di Makassar, Ini yang harus dikontrol, karena ada juga itu yang memang kendalikan ini barang," kata Danny, Kamis (25/4/2019).

Menurutnya, jika Pj Wali Kota ingin memperbaiki infrastruktur seperri pedestrian, harus dimulai dengan mengatur PKL.

Baca: AMCF Sulsel Paparkan Pencapaian Kegiatan Sosial Kemanusiaan di Tribun Timur

Baca: Jelang Ramadan, Bawang Merah Naik Rp 20 Ribu di Pasar Tamalate Makassar

"Kalau mau bikin pedesterian bagus, perbaiki kami lima, karena ini juga bisa menghambat. Banyak, kaki lima baru saya mulai, misal di depan Benteng Rotterdam, dan lain-lain, itu semua harus diselesaikan," imbuhnya.

"Kemarin terlalu dekat pemilu, jadi saya ditegur juga agar jangan dilanjutkan dulu, nanti setelah pemilu karena menyangkut keamanan. Ini yang harus dia lanjutkan. Makassar Mall contohnya, memang tidak selesai tapi paling tidak sudah ada jalannya, tolong dilanjutkan," sambung Danny.

Danny berpesan, mengurus PKL di Makassar harus dilakukan dengan cara yang baik, tanpa menimbulkan gesekan dengan para pedagang.

"Makassar kalau kita dapat rumusnya, Insya Allah tak ada masalah, contoh kaki lima yang puluhan tahun di depan Kantor Pos (Jl Slamet Riyadi) dan Al Markaz (Jl Sunu-Jl Mesjid Raya), akhirnya mereka pindah, jangan grasa grusu," pesannya. (tribun-timur.com)

Laporan Wartawan tribun-timur.com @Fahrizal_syam

Jangan Lupa Subscribe Channel Youtube Tribun Timur:

Follow juga Instagram Tribun Timur:

Penulis: Fahrizal Syam
Editor: Hasrul
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved