Refleksi Silaturahmi Kebangsaan
M Quraisy Mathar: Ikuti Telunjuk JK
Seluruh ruangan bertepuk tangan panjang sebagai bentuk apresiasi cara Pak JK mendidik kita untuk bukan hanya bisa menerima kemenangan,
Stamina beliau tentu tak sama dengan pidato di peresmian wisma Kalla beberapa tahun sebelumnya, namun cara pandang kebangsaan dan kepeduliannya terhadap alih generasi tetap sama. Pak JK tentu hadir sebagai “Juru Kampanye” sebab hal itu sangat jelas dalam sesi pidatonya.
Sembari memandanginya dari bawah panggung, saya menerawang, tahun 2004, 2009, 2014 kita memilih JK dengan hasil yang berbeda-beda, kini 2019 kita tentu tak bisa lagi untuk memilih JK, sebab JK tak ikut berkontestasi. Ah, saya sudah harus membalas beliau.
Jika pun JK tak lagi jadi pilihan, bukankah gerakan telunjuknya tetap bermakna dan dapat ditangkap oleh siapa saja. Jika saya telah menang dan kalah bersama JK, maka hari ini saya pasti masih akan ikut dengan telunjuk JK, jadi tidak usah ketawa atau marah, jika saya membuat akronim JK dengan “Jempol Kemenangan”.
Terima kasih Pak JK, kuikuti telunjukmu yang telah mengarahkanku, seperti kamu menggunakan telunjukmu untuk menyelesaikan segala urusan dan persoalan di negeri ini.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/m-quraisy-mathar.jpg)