Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Tribun Wiki

TRIBUNWIKI: Kisah Buya Hamka Akan Difilmkan, Kenali Sosoknya

Dibayangi nama besar ayahnya Abdul Karim Amrullah, Hamka sering melakukan perjalanan jauh sendirian.

Penulis: Nur Fajriani R | Editor: Ina Maharani
int
Buya Hamka 

Pada Ramadhan pertama setelah Masjid Al-Azhar dibuka, Hamka terlebih dulu menanyakan pilihan jemaah untuk shalat Tarawih dan Witir apakah 11 atau 23 rakaat.

Menurut putra ke-5 Hamka, Irfan, Hamka berusaha menghindari konflik dengan siapapun.

Namun, dalam masalah aqidah, "Ayah memang tidak pernah bisa berkompromi.

Tapi dalam masalah-masalah lain, Ayah sangat toleran."

Selain memilih mengundurkan diri sebagai Ketua MUI dibandingkan mencabut fatwa keharaman merayakan Natal bagi umat Islam sebagaimana tuntutan pemerintah, Hamka menolak menghadiri pertemuan ramah-tamah dengan Paus Paulus VI ketika berkunjung ke Indonesia pada 3–4 Desember 1970.

Menggunakan sudut pandang seorang anak dalam mengenang ayahnya, Irfan Hamka dalam buku Ayah... mengungkapkan bagaimana Hamka "memaafkan semua orang yang pernah berseteru dengannya."

Karena pandangan politiknya, Hamka kerap menuai kecaman dan ancaman dari lawan politiknya.

Dalam sidang Konstituante pada 1957, Hamka memberikan pernyataan tentang Pancasila sebagai dasar yang sesat sehingga membuat Muhammad Yamin marah dan membencinya.

Namun, ketika Yamin sakit pada 1962, Yamin meminta Hamka "untuk dapat mendampinginya" dan "menemaninya sampai ke dekat liang lahatnya".

Di bawah pemerintahan Soekarno, Hamka sempat mendekam di penjara atas tuduhan merencakan makar yang tidak pernah terbukti.

Namun, Hamka memenuhi permintaan Soekarno yang lima hari sebelum meninggal meminta kesediaan Hamka untuk menjadi imam shalatnya.

Irfan mengutip penyataan Hamka. "Saya tidak pernah dendam kepada orang yang pernah menyakiti saya. Dendam itu termasuk dosa.

Selama dua tahun empat bulan saya ditahan, saya merasa itu semua merupakan anugerah yang tiada terhingga dari Allah kepada saya, sehingga saya dapat menyelesaikan kitab tafsir Al-Quran 30 juz."

Sebagai seorang yang anti-komunis, Irfan dalam Ayah... menyebut bagaimana pribadi dan karya Hamka diserang oleh surat kabar Bintang Timoer dalam rubrik "Lentera" yang diasuh oleh Pramoedya Ananta Toer.

Salah satu kritik tajam adalah tudingan bahwa Hamka melakukan plagiasi. Novel Tenggelamnya Kapal Van der Wijck disebut sebagai jiplakan dari novel Magdalena karya Mustafa Lutfi Al-Manfaluthi, seorang penulis Mesir.

Namun, ketika Pramoedya mendapati putrinya, Astuti hendak menikahi seorang peranakan etnis Tionghoa berbeda agama, Pram meminta Astuti membawa calon suaminya itu untuk belajar Islam kepada Hamka.

Dalam pertemuan dengan Astuti, Hamka sama sekali tidak menyinggung sikap Pramoedya belasan tahun sebelumnya. Melalui bimbingan Hamka, Daniel Setiawan, calon suami Astuti mengucapkan dua kalimat syahat.

Seorang dokter yang dekat dengan Pram, Hoedaifah menanyakan mengapa Pram justru mengutus calon menantu menemui figur yang selama ini ia serang melalui tulisan-tulisannya.

"Saya lebih mantap mengirimkan calon menantuku untuk diislamkan dan belajar agama pada Hamka, meski kami berbeda paham politik."

Taufiq Ismail dalam pengantar di buku Ayah... menilai, secara tidak langsung tindakan Pram yang meminta calon menantunya belajar kepada Hamka sebagai bentuk ungkapan maaf.

Data diri:
Nama: Abdul Malik Karim Amrullah
Lahir: Sungai Batang, Tanjung Raya, Agam, Sumatra Barat, 17 Februari 1908
Meninggal: Jakarta, 24 Juli 1981 (umur 73)
Nama pena: Hamka
Kebangsaan: Indonesia
Tema: tafsir Al-Quran, fiqih (hukum Islam), tarikh (sejarah Islam), tasawuf, dan sastra
Angkatan: Balai Pustaka

Karya terkenal:

  1. Tafsir Al-Azhar
  2. Tenggelamnya Kapal Van der Wijck
  3. Di Bawah Lindungan Ka'bah

Pasangan:

  1. Sitti Raham
  2. Sitti Khadijah

Anak:

  1. Rusydi Hamka
  2. Irfan Hamka
  3. Aliyah Hamka

Kerabat:
Ahmad Rasyid Sutan Mansur (kakak ipar)

Orang Tua:
Abdul Karim Amrullah
Sitti Shafiyah

Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved