Alasan Belajar Cagar Budaya, Anggota DPRD Luwu Timur Ramai-ramai ke Yogyakarta

Ranperda cagar budaya sementara dibahas anggota DPRD dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Luwu Timur.

Alasan Belajar Cagar Budaya, Anggota DPRD Luwu Timur Ramai-ramai ke Yogyakarta
Humas DPRD Luwu Timur
Anggota DPRD Luwu Timur mencari referensi perihal rancangan peraturan daerah (Ranperda) cagar budaya di Kabupaten Sleman, Provinsi Istimewa Yogyakarta, Kamis (17/1/2019). 

Laporan Wartawan TribunLutim.com, Ivan Ismar

TRIBUNLUTIM.COM, MALILI - Anggota DPRD Luwu Timur mencari referensi perihal rancangan peraturan daerah (Ranperda) cagar budaya di Kabupaten Sleman, Yogyakarta, Kamis (17/1/2019).

Ranperda cagar budaya sementara dibahas anggota DPRD dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Luwu Timur.

Anggota dewan tergabung dalam pansus itu mendatangi Dinas Kebudayaan Kabupaten Sleman dipimpin Ketua DPRD Luwu Timur, Amran Syam.

Amran mengatakan tujuannya ke Sleman untuk belajar mengenai tata pengelolaan dan pelestarian cagar budaya dengan baik.

"Dengan adanya referensidiharapkan ranperda lebih optimal dalam penerapan di daerah," kata Amran dalam rilisnya kepada TribunLutim.com, Jumat (18/1/2019).

Menurutnya situs-situs budaya di daerah perlu mendapatkan perhatian. Peran dan partisipasi masyarakat dibutuhkan guna membantu pemerintah menentukan cagar budaya.

"Untuk mewujudkan Luwu Timur sebagai pusat kebudayaan memerlukan kesadaran dan kepedulian masyarakat terhadap cagar budaya." tutur Amran.

Kepala Dinas Kebudayaan Sleman, Aji Wulantara mengatakan pelestarian dan pengelolaan cagar budaya diperlukan Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCG) dan pihak terkait.

Aji menyarankan perlu ada sosialisasi untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai pengelolaan cagar budaya.

"Pelestarian dan pengelolaan cagar budaya perlu dukungan lembaga, dewan kebudayaan atau organisasi kebudayaan dan masyarakat di daerah," saran Aji.

Kata Aji apabila dalam proses pembentukan tim ahli cagar budaya di daerah belum ada, maka bisa meminta bantuan kepada tim ahli dari provinsi.

Kabupaten Sleman sudah memiliki Perda nomor 15 tahun 2015 tentang pengelolaan warisan budaya dan cagar budaya sebagai payung hukumnya.

Status cagar budaya di Sleman ditetapkan dan dikuatkan dalam Surat Keputusan kepala daerah.

Penulis: Ivan Ismar
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved