Pembakaran Rumah Tewaskan 6 Orang di Jl Tinumbu, Dikontrol dari Lapas Makassar, Begini Ceritanya

Kombes Pol Irwan Anwar mengatakan, pelaku utama Rangga memerintahkan dua kelompok untuk menagih hutang ke korban, Fahri (25).

Pembakaran Rumah Tewaskan 6 Orang di Jl Tinumbu, Dikontrol dari Lapas Makassar, Begini Ceritanya
abdiwan/tribuntimur.com
polisi menggelar konferensi pers terkait Kasus peredaran narkoba menjadi akar penyebab kebakaran di Jalan Tinumbu di Polrestabes Makassar, Minggu (12/8/2018). Polisi mengamankan enam orang tersangka atas kasus ini yaitu Andi Muhammad Ilham (23), Akbar dg Nampu (32) (penghuni lapas), Riswan (23), Haidir (25), dan Wandi (23). 

Kini, Polrestabes telah meringkus lima orang yang diduga terlibat dalam kasus penganiayan dan juga pembakaran. Lima diantaranya sudah berstatus tersangka.

Kelompok pertama libatkan tiga pelaku yang terkait penganiayaan Fahri. Mereka adalah Riswan Idris alias Ako (23), Haidir Mutalib alias Aco (25), dan Wandi (23).

Baca: Hadiri Konferensi Diaspora 2018, Prof Dwia Bicara Pilar dan Visi Indonesia 2045, Ini Selengkapnya

Baca: Simak Catatan PSM di Pekan 20 Liga 1, Posisi Klasemen Anjlok hingga Striker Tak Kunjung Cetak Gol

Baca: Begini Gaya Hidup Otak Pembakar 5 Rumah di Jl Tinumbu di Lapas! Ancam Petugas hingga Ada Cewek?

Mereka adalah utusan warga binaan di Lapas Makassar, bernama Iwan Lili yang juga adalah kakak kandung Ako. Iwan diinstruksikan langsung oleh Rangga.

Sementara kelompok kedua, penyidik telah menangkap pelaku pembakaran Andi Muh. Ilham alias Ilho (23), sekaligus bos narkoba di Lapas Makassar, Rangga.

Menurut Kombes Pol Irwan Anwar, dua tersangka dijerat menggunakan pasal berlapis. Salah satunya terkait dugaan tindak pidana pembunuhan berencana.

Ketiga tersangka pun dijerat Pasal 170 Ayat (1), Ayat (2) ke 1E atau Pasal 351 Ayat (2) juncto Pasal 333 Ayat (1) dan Ayat (2) KUHPidana, ancaman 9 tahun.

"Diatur dalam Pasal 340 KUHPidana dengan ancaman maksimal hukuman mati atau semur hidup, paling sedikit 20 tahun penjara," jelas Irwan.

Modal Rp 500 Ribu

Bermodalkan uang 500 dan narkoba jenis sabu, Napi Lapas Klas I Makassar, Akbar Dg Ampuh alias Rangga (32) perintahkan dua kelompok.

Baca: Lima Mahasiswa Generasi Pertama Aktivis Pers Kampus Unsa Makassar Telah Meraih Gelar Sarjana

Baca: Hadiri Konferensi Diaspora 2018, Prof Dwia Bicara Pilar dan Visi Indonesia 2045, Ini Selengkapnya

Baca: Persela 1-1 PSM, Hanya Main Imbang, Sinyal Berat Bagi PSM untuk Bisa Jadi Juara? Ini Penjelasannya!

"Jadi si Rangga ini memberikan uang Rp 500 ribu plus sabu (narkoba) untuk para pelaku yang dipakai agar katanya bisa berani," kata Irwan di Mapolrestabes.

Kedua kelompok kemudian mendatangi Fahri dan menagih 10 paket sabu atau setara dengan Rp 10 juta sebagai hutang.

Informasinya, korban Fahri mempunyai hutang Rp 10 juta, tapi setelah dua kali ditagih, yang bersangkutan pernah melarikan diri ke Kendari. (*)

Penulis: Darul Amri Lobubun
Editor: Arif Fuddin Usman
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved