OPINI: Percepatan Pertumbuhan Berkualitas
Yang sepatutnya digagas bagaimana menjaga momentum pertumbuhan yang telah dicapai, sambil berupaya memperluas basis pertumbuhan di tengah masyarakat.
Sungguh sebuah ironi, bila rembuk nasional yang mengusung gagasan besar percepatan pertumbuhan berkualitas, namun mengabaikan makna inklusifitas. Membiarkan kelompok masyarakat pada lapisan paling bawah sebagai pemeran dan kontributor pasif belaka. Diposisikan sebagai pihak yang patut menunggu saja hasil-hasil percepatan pertumbuhan berkualitas itu. Hal ini bukan hanya sekedar kenaifan, melainkan sejatinya sebuah kesalahan mendasar. Karena sangat tidak bisa diharapkan untuk dapat memperbaiki koefsien Gini Ratio yang sudah menjulang tinggi selama ini.
Yang sepatutnya digagas saat ini adalah bagaimana menjaga momentum pertumbuhan yang telah dicapai selama ini, sambil berupaya untuk memperluas basis-basis pertumbuhan yang memungkinkan di tengah masyarakat luas. Ini adalah persoalan berpikir di luar box (out of the box), tidak bisa hanya business as usual dalam menata pertumbuhan. Para penggagas rembuk nasional perlu down to earth, mencermati kehidupan yang berlangsung di pelosok wilayah. Ada satu kata kunci yang bisa di-share, agricultural development reconsidered, tata-ulang kembali pembangunan pertanian di Tanah Air.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/pertumbuhan-ekonomi_20170917_000122.jpg)