Ada Jatah Inklusi, Anak Autis Ditolak Sekolah di Makassar, Jawaban Ombudsman hanya Begini!

Seperti dialami Nur Fadlan (7), calon murid yang ditolak mentah-mentah pihak SD Negeri Pannyikkokang I.

Ada Jatah Inklusi, Anak Autis Ditolak Sekolah di Makassar, Jawaban Ombudsman hanya Begini!
TRIBUN TIMUR/SUKMAWATI IBRAHIM
Calon siswa baru melihat papan pengumuman SMPN 24 Makassar, Jl Baji Gau, Makassar, Sulawesi Selatan, Senin (2/7/2018). Ada tiga kategori penerimaan disiapkan yakni Zonasi, antara lain Zonasi Utama, Inklusi dan Prasejahtera. 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Hasan Basri

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Tidak ada orang tua yang menginginkan anaknya menyandang autisme. Begitupun si anak pasti tidak ingin terlahir dengan kondisi berkebutuhan khusus.

Tetapi tidak jarang ada penolakan di tengah lingkungan masyarakat atau sekolah terhadap anak yang menyandang autis.

Baca: 5 Jam Lurah Viral Diperiksa Ombudsman Sulsel, Sanksinya Bisa Penonaktifan PNS! Baca Selengkapnya

Baca: Bukan karena Ayahnya, Ini Modal Putri Bupati Tana Toraja Maccaleg

Seperti dialami Nur Fadlan (7), anak seorang warga Jl Toddopuli IV Blok 30 no 42/20 Kota Makassar. Anak kedua dari pasangan Rahman ditolak mentah-mentah pihak SD Negeri Pannyikkokang I.

Padahal dalam jalur penerimaan peserta didik baru (PPDB), sesuai peraturan semua sekolah negeri, termasuk sekolah dasar, diwajibkan menerima murid inklusi atau berkebutuhan khusus. Bahkan sekolah jelas-jelas dilarang menolak murid/siswa inklusi.

Suasana Pendaftaran murid baru sekolah dasar negeri Kota Makassar jalur zonasi utama, inklusif, dan prasejahtera di SD Negeri Sudirman Minggu (8/7/18). Pengumuman kelulusan pada Rabu (11/7/18) dan Data calon peserta dan peserta lulus dapat diakses melalui https://makassar.siap-ppdb.com
Suasana Pendaftaran murid baru sekolah dasar negeri Kota Makassar jalur zonasi utama, inklusif, dan prasejahtera di SD Negeri Sudirman Minggu (8/7/18). Pengumuman kelulusan pada Rabu (11/7/18) dan Data calon peserta dan peserta lulus dapat diakses melalui https://makassar.siap-ppdb.com (abdiwan/tribuntimur.com)

"Benar anak saya ditolak pihak sekolah karena alasan anak saya Autis," kata Rahman, ayah Fadlan kepada Tribun, Senin (09/07/2019).

Rahman menceritakan kejadian ini pada tanggal 2 Juli 2018 lalu. Istrinya datang ke SD Negeri Pannyikkokang, Toddopuli untuk mengambil formulir pendaftaran.

Baca: 40 Lampu LED Dipasang di Stadion Mattoanging, Begini Kondisinya! Hamka Pun Komentar

Baca: Polres Bone Usut Dugaan Korupsi Lima Kepala Desa

Tetapi kedatangannya mendapat perlakuan diskriminatif oleh pihak panitia penerimaan siswa baru dengan menolak memberikan formulir pendaftaran.

Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) binaan KBS saat mengikuti lomba pada peringatan HUT Kemerdekaan Ri Ke-72 di Kelompok Bermain dan TK Kharisma, Jl Baji Ateka, Makassar, Kamis (17/8/2017).
Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) binaan KBS saat mengikuti lomba pada peringatan HUT Kemerdekaan Ri Ke-72 di Kelompok Bermain dan TK Kharisma, Jl Baji Ateka, Makassar, Kamis (17/8/2017). (handover)

"Waktu itu tidak diberi formulir. Alasannya disuruh ketemu kepala sekolah dulu," sebut Rahman yang sempat menuliskan keluh-kesahnya di Facebook dan menjadi viral ini.

Bertemu Kepsek

Halaman
123
Penulis: Hasan Basri
Editor: Arif Fuddin Usman
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help