Diduga Hina Ulama di Facebook, Warga Palopo Desak Polisi Tangkap Pemilik Akun Puang Nandar

Pemilik akun Puang Nandar itu diduga telah melakukan penghinaan terhadap ulama dengan statusnya dimedia sosial facebook.

Diduga Hina Ulama di Facebook, Warga Palopo Desak Polisi Tangkap Pemilik Akun Puang Nandar
hamdan soeharto/tribunpalopo.com
Ratusan warga mendatangi Mapolres Palopo, di Jl Opu To Sappaile, Kecamatan Wara, Kota Palopo, Sulawesi Selatan, Kamis (14/6/2018) dini hari. 

Laporan Wartawan TribunPalopo.com, Hamdan Soeharto

TRIBUNPALOPO.COM, WARA - Ratusan warga mendatangi Mapolres Palopo, di Jl Opu To Sappaile, Kecamatan Wara, Kota Palopo, Sulawesi Selatan, Kamis (14/6/2018) dini hari.

Mereka mendesak aparat kepolisian segera menangkap pemilik akun facebook bernama Puang Nandar.

Pemilik akun Puang Nandar itu diduga telah melakukan penistaan dan penghinaan terhadap ulama dengan statusnya dimedia sosial facebook yang menyatakan KH Syarifuddin Daud telah mencuri isi celengan Masjid Agung Luwu Palopo.

Baca: Gegara Status Facebook, Pelajar Makassar Ini Harus Berurusan dengan Polisi

Baca: Pertama di Maros, Layanan Administrasi di Kelurahan Hasanuddin Bisa Lewat Facebook

Bahkan sejumlah warga yang menggunakan pakaian Banser dan Ansor Palopo mengultimatum pihak kepolisian harus menangkap pelaku dalam waktu 24 jam atau mereka sendiri yang akan mencari pelaku.

Ketua Ika Pesantren Datu Sulaiman (PMDS), Haedir menuturkan pihak kepolisian harus mengusut tuntas kasus ujaran kebencian dan penistaan ulama ini, karena ini sangat mencederai ulama.

"Kami akan kawal kasus penistan dan ujaran kebencian terhadap ulama ini. Kami beri deadline 3 x 24 jam kepolisian untuk menangkapnya. Jangan sampai hal ini merusak suasana kebersamaan yang sudah terjalin dengan baik. Apalagi palopo masuk zona merah dan pernah punya catatan kelam," tuturnya.

Selain itu, mereka juga mengancam, jika Polres Palopo tidak dapat menemukan pelaku, maka mereka minta Kapolres Palopo untuk dievaluasi dan masyarakat tidak menjamin akan mencari sendiri pelakunya.(*)

Penulis: Hamdan Soeharto
Editor: Hasriyani Latif
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help