Eksekusi Rumah di Ponrang Luwu Ricuh

Warga yang ikut menyaksikan proses eksekusi pun juga ikut emosi dan nyaris menghakimi keluarga tergugat yang menghalangi eksekusi.

Eksekusi Rumah di Ponrang Luwu Ricuh
HANDOVER
suasana eksekusi pengosongan rumah milik Hajernih, di Kelurahan Padang Sappa, Kecamatan Ponrang, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, berlangsung ricuh, Kamis (8/3/2018). 

Laporan Wartawan TribunLuwu.com, Desy Arsyad

TRIBUNLUWU.COM, PONRANG - Eksekusi pengosongan rumah dua lantai di Kelurahan Padang Sappa, Kecamatan Ponrang, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, berlangsung ricuh, Kamis (08/3/2018).

Keluarga pemilik rumah berusaha menghalangi eksekusi dari pengadilan yang akan membacakan putusan, dan diperintahkan untuk mengosongkan rumah milik Hajernih.

Aparat kepolisian yang mengawal jalannya eksekusi berupaya menenangkan pihak tergugat yang memberontak.

Baca: VIDEO: Ricuh, Eksekusi 14 Rumah di Jeneponto Telan Satu Korban

Sebagian pihak tergugat berteriak-teriak dan ingin membatalkan pengosongan.

Warga yang ikut menyaksikan proses eksekusi pun juga ikut emosi dan nyaris menghakimi keluarga tergugat yang menghalangi eksekusi.

Bahkan pihak tergugat juga sempat mengusir polisi yang masuk dalam rumah yang akan dikosongkan.

Meski sempat mendapat perlawanan dari pihak pemilik rumah, namun proses eksekusi tetap dilakukan dengan mengeluarkan seluruh isi rumah.

Sejumlah keluarga pihak tergugat sempat menangis dan pingsan menyaksikan jalannya eksekusi.

Pemilik rumah yang pingsan tersebut terpaksa dibawa ke rumah salah satu warga.

Eksekusi ini berawal dari hutang piutang antara Hajernih sebagai pemilik rumah dengan pihak Bank.

Keluarga pemilik rumah tidak menerima proses eksekusi karena masa pemberitahuan pengosongan rumah berlangsung tidak lama lalu diputuskan.

Selain itu, rumah yang dieksekusi telah dimenangkan oleh seseorang melalui proses lelang namun pemilik tidak mengetahuinya.

"Eksekusi hari ini tidak sesuai prosedur, dan cacat hukum. Karena ternyata suratnya baru kemarin kami terima, bagaimana mungkin kami melakukan perlawanan hukum, dan proses pelelangan ini juga tidak melalui pengadilan negeri," jelas keluarga tergugat, Akmal.(*)

Penulis: Desy Arsyad
Editor: Anita Kusuma Wardana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help