Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Teroris di Kota Palopo???

Syahrul mengatakan bahwa ada teroris yang sengaja memanfaatkan suasana politik yang memanas dikota Palopo.

Tayang:
Editor: Aldy
Apa  yang dikatakan oleh Gubernur Sulawesi Selatan, Syahrul Yasin Limpo, beberapa hari lalu, (Senin,1/4/2013), tentang kerusuhan Kota Palopo mengejutkan banyak orang.
Syahrul mengatakan bahwa ada teroris yang sengaja memanfaatkan suasana politik yang memanas dikota Palopo. Lebih lanjut, Syahrul menambahkan bahwa momentum kecil saja bisa disusupi teroris apa lagi acara sebesar seperti pilkada. Hal tersebut memang dapat dikaitkan dengan beberapa temuan, beberapa bulan yang lalu tentang adanya aktifitas teroris ditanah Luwu. Tetapi apakah alasan tersebut dapat dijadikan sebagai dasar untuk mencurigai Pilkada Palopo dengan mengaitkannya dengan teroris?. Isu teroris tentu akan membuat banyak orang khawatir dan takut, karena teroris adalah sebuah aktivitas yang mengerikan yang identik dengan peperangan dengan senjata dan bom. Jika benar kerusuhan kota Palopo terlibat teroris, maka dimanakah kinerja BIN sebagai badan intelejen yang tugasnya untuk mengintai pergerakan rahasia?.
Apa yang dikatakan pemenang pemilukada dua periode Syahrul Yasin Limpo tidak dapat didasarkan hanya dengan beberapa aktifitas teroris yang telah lama berlalu di tanah Luwu. Lebih jauh lagi kekhawatiran dengan kerusuhan yang terjadi di Sulsel berpeluang untuk meluas kebeberapa kabupaten yang akan mengadakan pemilukada. Delapan kota dan kabupaten akan menyelanggarakan pesta demokrasi untuk memilih pemimpin baru. Jadi, jika kerusuhan kota Palopo dikaitkan dengan teroris, maka apakah teroris akan hadir di delapan kabupaten dan kota nantinya di Sulsel?
Apa yang dikatakan Syahrul memang mengejutkan masyarakat. Keresahan akan adanya kekerasan dan aksi teroris kini  mengisi benak masyarakat Sulsel. Isu itu begitu sensitif dikarenakan banyaknya aksi teror akhir-akhir ini di berbagai wilayah di Indonesia.
Jika kita menarik sedkit kebelakang maka kita pun dapat mencurigai apakah pemilihan gubernur dan wakil gubernur beberapa bulan yang lalu ada kaitannya dengan teroris? Hingga dengan mudahnya Syahrul mengatakan bahwa kerusuhan pemilukada yang terjadi di Kota Palopo terkait aksi teroris. Hingga statement Syahrul  itu diterbitkan tak ada satu pun bukti tentang  hal demikian. Untuk menarik sebuah kesimpulan maka harus didasarkan pada bukti-bukti dan temuan.
Mengapa isu teroris begitu familiar menjadi alasan pejabat public saat ini?. Teroris memang menjadi isu yang sangat menarik untuk menakut-nakuti publik atau sebuah kasus yang sangat berpengaruh dalam  hal pengalihan isu, baik itu secara isu nasiobnal ataupun lokal. Teroris dapat menjadi objek baru dalam dunia politik dan pemerinatahan Indonesia untuk mengalihkan perhatian public terhadap beberapa kasus yang sedang berjalan. Presiden yang berkuasa selama dua periode dan juga ketua umum partai Demokrat yang baru bapak Susilo Bambang Yudoyono (SBY)  sering mengatakan adanya isu-isu teroris atau isu kudeta yang tentunya sampai saat ini belum terbukti. Isu kudetapun yang sempat menggemparkan publik yang kabarnya akan terjadi pada tanggal 25/3/2013 lalu, sampai hari ini tidak terbukti. Lantas, apakah yang dikatakan SYL juga mempunyai tujuan tertentu atau betul bahwa pada kerusuhan beberapa hari yang lalu di kota Palopo terjadi penyusupan teroris?. menarik untuk kita tunggu.
Apa yang dikatakan Syahrul tentang kaitan teroris dengan pemilukada memang menarik untk kita tunggu hasilnya. Statemant itu malahirkan banyak penafsiran tentang langkah Syahrul ke depannya, tak sedikit yang berasumsi bahwa apa yang dikatakan tentang teroris itu hanyalah pandapat yang  tak mempunyai bukti yang kuat. Dalam pemberitaan selanjutnya indikasi adanya teroris menurut Syahrul dapat dilihat dari objek yang diserang oleh oknum tersebut. Menurutnya teroris adalah person berjaringan tertutup yang menyerang simbol negara. Penyerangan di kota Palopo dikaitkan dengan teroris  hanya dengan berdasar pada objek yang serang massa, maka teroris dinegara kita sangatlah banyak termasuk sekelompok orang  yang menyerang  penjara di Cebongan, Sleman, dan mahasiswa yang juga sering meneyerang kantor-kantor pemerinatahan.
Asumsi itupun kemudian berkembang tentang apa sebenarnya tujuan dari teroris pada Pilkada Palopo?  Dan siapa sebenarnya teroris itu? Apakah teroris telah menduduki posisi yang strategis di Sulawei Selatan yang kita cintai ini? Terkait dengan beberapa pertanyaan itu, kita dapat sedikit melakukan analisis tentang pernyataan Syahrul tersebut.
Sebaiknya para pemimpin bangsa ini lebih selektif untuk memilih isu, jika memang tujuannya untuk mengalihkan isu. Pemilhan sebuah topik akan mengundang banyak argumantasi dan pendapat publik. Lebih lagi yang mengatakan adalah seorang pejabat publik  yang tentunya menjadi sumber informasi masyarakat tentang keadaan yang terjadi di wilayahnya. Isu yang berkembang akan membuat publik berasumsi tentang apa yang telah dikatakan,  karena seperti yang kita ketahui bahwa “apa yang telah diakatakan oleh pembicara adalah konsumsi dari pendengar”. Dari asumsi dan pendapat public itu pastinya akan mengundang reaksi. Apakah reaksi itu bersifat positif ataupun negative.
Yang dikahawatirkan adalah munculnya reaksi negative dari pernyataan Syahrul tersebut. Apa yang telah terjadi di Kota Palopo adalah sebuah ultimatum bagi pelaku politik baik itu pihak KPU, maupun dari kandidat dan para pendukungnya agar mampu bersikap dewasa dalam aktivitas politik yang akan mereka jalani ke depannya.(*)

Oleh;
Delukman A

Alumnus Jurusan Bahasa dan Sastra Inggris
UIN Alauddin Makassar

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved