Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Kadis Kesehatan Wajo Soal Status KLB Campak : Supsek Belum Positif

Bahkan, pihaknya berencana turun melakukan Outbreak Response Immunization (ORI) campak, besok.

Penulis: M. Jabal Qubais | Editor: Saldy Irawan
Tribun-timur.com/M. Jabal Qubais
Kepala Dinas Kesehatan Wajo, drg Armin (kiri). Pihaknya angkat bicara terkait status Kejadian Luar Biasa (KLB) Campak di Kabupaten Wajo, kasus tersebut belum sepenuhnya positif. 

TRIBUNTIMUR.COM, WAJO - Kepala Dinas Kesehatan Wajo, drg Armin angkat bicara terkait status Kejadian Luar Biasa (KLB) Campak di Kabupaten Wajo.

Menurutnya kasus tersebut belum sepenuhnya positif.

"Belum positif yah, masih suspek (diduga, disangka)," tegansya melalui telepon Whatsapp kepada Tribun-Timur.com saat dikonfirmasi, Senin (13/4/2026).

Bahkan, pihaknya berencana turun melakukan Outbreak Response Immunization (ORI) campak, besok.

"Besok pagi kami turun bersama Ibu Bupati Fatmawati Amin selaku Ketua Tim Penggerak PKK Wajo, jam 8," katanya.

Meski begitu, dirinya belum menerima data per Kecamatan soal status Kejadian Luar Biasa (KLB) Campak.

"Belum ada data per Kecamatannya. Nanti kami infokan kalau sudah turun ORI," sebut drg Armin.

Sebelumnya, Empat daerah di Sulawesi Selatan (Sulsel) status Kejadian Luar Biasa (KLB) Campak.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sulsel dr Evi Mustikawati Arifin mencatat wilayah KLB campak di Kabupaten Wajo, Sinjai, Luwu dan Kota Makassar.

"Jumlah kasus suspek itu sekitar 1.304 kasus, namun positif itu baru 169 kasus dinyatakan positif campak," jelas dr Evi Mustikawati Arifin saat ditemui di Kantor Gubernur Sulsel, Jl Urip Sumoharjo, Kota Makassar pada Senin (13/4/2026).

dr Evi menyebut pasien positif tentunya wajib melakukan pengobatan.

Sementara fokus pemerintah saat ini melakukan mitigasi terhadap penyebaran campak.

Target utamanya yakni mempercepat imunisasi pada anak-anak di wilayah terkait.

"Kita telah melakukan pemberian imunisasi tambahan pada daerah KLB tersebut. 

Kita juga sudah lakukan imunisasi campak bagi anak-anak yang belum lengkap," katanya.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved