Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Musabaqah Qiraatil Kutub

Dapur Umum 24 Jam Bagi Kafilah dan Tamu MQK di Wajo, Panitia: Makan Sepuasnya

Kordinator Kesekretariatan bidang keabsahan peserta, Hamzah mengungkap ratusan peserta dari berbagai provinsi di Indonesia telah berada di Wajo.

Penulis: M. Jabal Qubais | Editor: Alfian
TRIBUN-TIMUR.COM/Jabal Qubais
MQK NASIONAL - Kordinator Kesekretariatan bidang keabsahan peserta, Hamzah saat pantau kesiapan dapur umum kafilah dan tamu jelang pembukaan MQKI di Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan, Rabu (1/10/2025). MQKI digelar di Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan, 1 hingga 7 Oktober.  

TRIBUN-TIMUR.COM, WAJO - Ratusan Kafilah Musabaqah Qiraatil Kutub Nasional (MQKN) dan Musabaqah Qiraatil Kutub Internasional (MQKI) silih berganti tiba di Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan

Tepatnya di Pondok Pesantren As'adiyah Lapongkoda, Sengkang, Rabu (1/10/2025).

Kordinator Kesekretariatan bidang keabsahan peserta, Hamzah mengungkap ratusan peserta dari berbagai provinsi di Indonesia telah berada di Kabupaten Wajo.

"Alhamdulillah kurang lebih 400 peserta kontingen dari provinsi se Indonesia tiba di Pondok Pesantren As'adiyah Lapongkoda, hingga sore ini," ujarnya kepada Tribun-Timur.com saat ditemui.

Lanjut, pihaknya terlebih dahulu melakukan keabsahan bagi peserta.

"Sebelum peserta masuk di lokasi, kita absahkan dulu apa betul mereka terdaftar di sistem yang telah disediakan. Kemudian, kami arahkan ke tempat istirahat masing-masing (verifikasi faktual)," paparnya.

Baca juga: Ketua Yayasan Ponpes Asadiyah: Terima Kasih Pak Prabowo, MQK Internasional Digelar di Wajo

"Total peserta MQK tingkat Nasional itu ada 675 kafilah. Hari ini baru sekitar 478 peserta yang hadir. Kami masih menunggu kafilah dari Provinsi Aceh, Bali, Bengkulu, Jawa Barat, Jawa Timur dan Riau," sambungnya.

Kata Hamzah, berbagai cabang lomba akan di pusatkan di Pondok Pesantren As'adiyah Sengkang, Lapongkoda.

Begitupun di Mahad Aly As'adiyah Sengkang dan Pondok Pesantren As'adiyah Macanang, lokasi berlangsungnya Musabaqah Qiraatil Kutub tingkat Internasional.

"Kalau di Pondok Pesantren As'adiyah Lapongkoda itu khusus kafilah tingkat nasional tingkat santri. Untuk tingkat Mahasantri lomba berfokus di Mahad Aly, lalu tingkat Internasional lomba fiqih dan tafsir di Macanang," urainya.

Tak sampai di situ, panitia juga menyiapkan dapur umur bagi kafilah.

"Iya untuk konsumsi bagi peserta tingkat nasional itu ada nasi dos, kami juga siapkan dapur umur tersedia 24 jam bagi peserta yang ingin mencicipi hidangan khas Kabupaten Wajo istilahnya manre massempe atau makan sepuasanya," tuturnya.

"Kami siapkan ruangan bagi kafilah, totalnya ada puluhan. Dipisah tentunya, putra dan putri," tambahnya.

Panitia juga melibatkan hampir seluruh santri Pondok Pesantren As'adiyah sebagai panitia.

"Kami tentu libatkan para santri dan santriwati. Ini langkah bagaimana kita menanamkan sikap menjadi tuan rumah yang baik dan ramah, tentunya," tegas Hamzah.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved