Anjing pun Nyaman di Jalanan Melbourne
Melbourne sering dinobatkan dan mendapat penghargaan The World's Most Livable alias kota paling layak huni di dunia.
Laporan Wartawan Tribun-Timur.com, Alfian, dari Melbourne, Australia
TRIBUN-TIMUR.COM, MELBOURNE - Kurang dari 10 menit, pasti ada seekor bahkan dua ekor anjing yang berjalan santai lalu lalang di depan lobby Punthill Apartement Hotel, South Yarra, Melbourne, Australia.
Kira-kira itu terjadi selama nyaris dua jam saat empat jurnalis asal Indonesia menunggu proses reservasi di hotel bintang empat negara bagian Victoria, Australia ini, Selasa (12/5/2026).
Empat jurnalis asal Indonesia tepatnya Kota Makassar termasuk satu diantaranya penulis sendiri, sesuai jadwal check in Pukul 14.00 waktu setempat.
Tapi karena jadwal penerbangan kepagian, rombongan tiba di Punthill Apartement Hotel, South Yarra, dari bandara Melbourne sekitar Pukul 11.30.
Sambil menunggu waktu check in, kedai kopi yang berada di samping hotel dipilih sebagai tempat menunggu menghabiskan waktu sambil menikmati suasana jalanan South Yarra.
Jalan samping Punthill Apartement Hotel tidak cukup lebar, hanya bisa dilalui satu mobil karena memang jalur satu arah.
Persis di seberang jalan langsung berhadapan dengan jalur kereta.
Meski jalananya sempit, tapi yang menarik pandangan karena pedestrian yang nyaman bagi pengguna jalan.
Arus pejalan kaki melalui pedestrian ini begitu ramai saking nyamannya.
Di Melbourne budaya jalan kaki menjadi hal yang lumrah.
Baca juga: Tim Teknis Rancang Kota Makassar Teliti Lorong Gold Coast dan Melbourne untuk Smart Penyingkulu
Bagi penulis awalnya berpikir, ini karena ditunjang cuaca atau suhu udara yang bersahabat.
Saat kami tiba Melbourne memasuki musim peralihan menuju musim dingin dengan suhu rata-rata 18 derajat celcius di siang hari.
Namun ternyata bukan itu saja, infrastruktur pedestrian yang memanjakan jadi alasan yang tak kalah pentingnya dalam menjaga budaya berjalan kaki di kota berjuluk ibukota budaya Australia ini.
| Sinematografer Australia Ajak Anak Muda Makassar Berkarya Lewat HP |
|
|---|
| Sinopsis 4 Film Diputar di Festival Sinema Australia Indonesia di Makassar Pekan Ini |
|
|---|
| Sinematografer Andrew Commis: Kamera Canggih Bukan Modal Utama Bikin Film, tapi Rasa Ingin Tahu |
|
|---|
| Andrew Commis Sinematografer Penentu Pemenang Piala Oscar Bakal Melatih Bikin Film di Makassar |
|
|---|
| Gratis, 4 Film Akan Diputar di Festival Sinema Australia Indonesia 2026 di Makassar |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/20260513-Pedestrian-Melbourne.jpg)